Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Peningkatan Daya Saing Jadi Fokus Utama Perdagangan di Era Prabowo

Menteri Perdagangan menegaskan perlunya memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk dalam menghadapi ketidakpastian global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.10 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 62x dibuka
Peningkatan Daya Saing Jadi Fokus Utama Perdagangan di Era Prabowo📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini fokus menyelesaikan sejumlah tantangan strategis di sektor perdagangan, terutama dalam memperluas akses ekspor dan memperkuat kompetitivitas produk dalam negeri. Menteri Perdagangan menyoroti dinamika global, termasuk konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, sebagai faktor yang memengaruhi stabilitas perdagangan nasional. Upaya ini dijalankan sebagai bagian dari langkah memastikan ketahanan ekonomi dalam tengah ketidakpastian yang terus berlangsung.

Salah satu langkah krusial yang sedang diprioritaskan adalah percepatan perjanjian dagang dengan negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC). Meski proses secara kolektif belum rampung, Indonesia telah memulai pendekatan bilateral dengan Uni Emirat Arab (UEA), yang telah menandatangani kesepakatan perdagangan secara independen. Pendekatan ini dianggap efektif untuk membuka jalan bagi negara-negara lain di kawasan.

Selain Timur Tengah, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan blok Mercosur di Amerika Selatan. Uruguay, salah satu anggota Mercosur, telah menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki perjanjian bilateral. Pemerintah saat ini menilai secara hati-hati cakupan dan bentuk kerja sama yang ditawarkan, dengan mempertimbangkan kepentingan nasional dan potensi pasar yang dapat dibuka. Pendekatan bilateral dinilai bisa menjadi jembatan menuju integrasi perdagangan yang lebih luas.

Di samping pembukaan pasar, peningkatan kualitas produk melalui hilirisasi menjadi fokus utama. Menteri menegaskan bahwa produk hasil hilirisasi memiliki daya saing lebih tinggi karena telah melalui proses pengolahan yang memperbesar nilai tambah. Dengan kualitas dan kompetensi produksi yang memadai, produk Indonesia lebih mampu bersaing di pasar global. Program hilirisasi yang digagas Presiden Prabowo dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan produk yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.

Kendati telah menunjukkan perkembangan positif dalam ekspor dan pengendalian harga kebutuhan pokok, tantangan masih menghadang. Ketidakpastian global, persaingan dari produk asing, dan kebutuhan transformasi struktural dalam produksi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya