Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penjualan LCGC Menurun, Konsumen Beralih ke Mobil Listrik

Penurunan penjualan mobil harga terjangkau terjadi akibat kompetisi ketat dari mobil listrik yang harganya kini bersaing dan biaya operasional lebih rendah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 70x dibuka
Penjualan LCGC Menurun, Konsumen Beralih ke Mobil Listrik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penjualan mobil low cost green car (LCGC) mengalami penurunan signifikan pada periode Januari hingga September 2026, dengan volume distribusi turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencapai 83.997 unit, menunjukkan tekanan berat terhadap model kendaraan yang dulu menjadi andalan pasar menengah bawah. Penurunan ini sejalan dengan penurunan produksi yang mencapai enam persen, turun dari 117.733 unit menjadi 110.693 unit, dipimpin oleh tiga merek utama: Honda, Toyota, dan Daihatsu.

Faktor utama penurunan permintaan berasal dari keberhasilan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dalam menarik minat konsumen. Harga kendaraan listrik kini semakin kompetitif, bahkan ada yang dijual di bawah Rp200 juta, menyamai banderol LCGC. Selain itu, biaya pemakaian yang lebih rendah, termasuk pengisian listrik dan perawatan rutin, membuat mobil listrik menjadi pilihan lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Dalam periode yang sama, distribusi mobil listrik ke dealer melonjak 113,7 persen, mencapai 117.218 unit. Angka ini menunjukkan pergeseran nyata dalam preferensi konsumen yang kini lebih memilih alternatif kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kenaikan pesat ini mencerminkan keberhasilan pabrikan dalam memperluas akses dan menurunkan harga kendaraan listrik.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto, mengakui bahwa persaingan harga antara LCGC dan BEV kini semakin ketat. Ia menyebut bahwa keunggulan biaya operasional mobil listrik menjadi alasan utama konsumen beralih. Meski LCGC tetap menjadi pilihan bagi sebagian kalangan, tren pasar kini jelas mengarah pada mobil listrik sebagai solusi mobilitas masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya