Penjualan LCGC Menurun, Konsumen Beralih ke Mobil Listrik
Penurunan penjualan mobil harga terjangkau terjadi akibat kompetisi ketat dari mobil listrik yang harganya kini bersaing dan biaya operasional lebih rendah.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 70x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penjualan mobil low cost green car (LCGC) mengalami penurunan signifikan pada periode Januari hingga September 2026, dengan volume distribusi turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencapai 83.997 unit, menunjukkan tekanan berat terhadap model kendaraan yang dulu menjadi andalan pasar menengah bawah. Penurunan ini sejalan dengan penurunan produksi yang mencapai enam persen, turun dari 117.733 unit menjadi 110.693 unit, dipimpin oleh tiga merek utama: Honda, Toyota, dan Daihatsu.
Faktor utama penurunan permintaan berasal dari keberhasilan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dalam menarik minat konsumen. Harga kendaraan listrik kini semakin kompetitif, bahkan ada yang dijual di bawah Rp200 juta, menyamai banderol LCGC. Selain itu, biaya pemakaian yang lebih rendah, termasuk pengisian listrik dan perawatan rutin, membuat mobil listrik menjadi pilihan lebih ekonomis dalam jangka panjang.
Dalam periode yang sama, distribusi mobil listrik ke dealer melonjak 113,7 persen, mencapai 117.218 unit. Angka ini menunjukkan pergeseran nyata dalam preferensi konsumen yang kini lebih memilih alternatif kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kenaikan pesat ini mencerminkan keberhasilan pabrikan dalam memperluas akses dan menurunkan harga kendaraan listrik.
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto, mengakui bahwa persaingan harga antara LCGC dan BEV kini semakin ketat. Ia menyebut bahwa keunggulan biaya operasional mobil listrik menjadi alasan utama konsumen beralih. Meski LCGC tetap menjadi pilihan bagi sebagian kalangan, tren pasar kini jelas mengarah pada mobil listrik sebagai solusi mobilitas masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

