Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penjualan Mobil Listrik Ungguli Konvensional di Australia

Pada Agustus 2026, penjualan mobil listrik di Australia melebihi kendaraan bensin dan diesel untuk pertama kalinya, didorong dominasi produk China dan kebijakan perdagangan terbuka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penjualan Mobil Listrik Ungguli Konvensional di Australia
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada bulan Agustus 2026, pasar mobil baru di Australia mencatat tonggak sejarah dengan mobil listrik kali pertama menjadi penguasa utama, mengungguli total penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional. Data menunjukkan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) terjual sebanyak 27.078 unit, mencapai pangsa pasar 24,9 persen, melampaui mobil bensin yang terjual 25.824 unit dan diesel sebanyak 23.608 unit. Pertumbuhan ini terjadi di tengah pertumbuhan pasar otomotif nasional sebesar 4,9 persen, dengan total penjualan mencapai 108.760 unit.

Kenaikan penjualan mobil listrik tercatat sebesar 171 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data dari VFACTS dan Electric Vehicle Council. Bila digabungkan dengan kendaraan hibrida dan hibrida plug-in, kendaraan listrik secara keseluruhan menguasai 51,8 persen dari total penjualan, menandai bahwa kendaraan berbahan bakar konvensional kini berstatus minoritas dalam pasar otomotif Australia. Lonjakan ini menunjukkan pergeseran struktural yang signifikan dalam preferensi konsumen dan ekosistem transportasi negara tersebut.

Dominasi pasar listrik didominasi oleh merek-merek asal Tiongkok, dengan delapan model mobil listrik terlaris di Australia semuanya berasal dari Negeri Tirai Bambu. Enam di antaranya adalah BYD Sealion 7, BYD Atto 2, Geely EX5, Geely EX2, Zeekr 7X, dan Jaecoo J5. Dua model lainnya, Tesla Model Y dan Model 3, juga dikirim dari pabrik Gigafactory di Shanghai, sehingga secara operasional tetap terkait erat dengan produksi China. Dengan raihan 8.231 unit, BYD menempati posisi kedua dalam penjualan merek secara keseluruhan, unggul atas Tesla yang mencatat 7.685 unit.

Sementara itu, merek-merek global seperti Toyota, Mazda, dan Kia mengalami penurunan penjualan, menunjukkan ketergeseran pasar akibat dominasi produk China yang tersedia dengan harga kompetitif. Kebijakan perdagangan Australia yang tidak menerapkan tarif impor untuk kendaraan listrik dari Tiongkok menjadi faktor kunci dalam percepatan transisi ini. Kebijakan terbuka tersebut memungkinkan akses konsumen terhadap teknologi kendaraan ramah lingkungan dengan biaya lebih rendah, membuktikan efektivitas pembukaan pasar dalam mendorong penghentian penggunaan mesin pembakaran internal secara bertahap dan sistematis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya