Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perempuan Mendominasi Balapan Tercepat di Dunia

Drag racing Top Fuel menjadi olahraga motorsport paling setara gender, di mana perempuan konsisten menjuarai kompetisi elite, termasuk tujuh dari sembilan gelar Eropa terakhir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Perempuan Mendominasi Balapan Tercepat di Dunia📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam balapan yang hanya berlangsung sekitar empat detik, mobil-mobil Top Fuel melaju hingga lebih dari 480 kilometer per jam, mengalami gaya gravitasi yang melampaui pengalaman astronaut saat peluncuran roket. Sensasi ini, menurut Susanne Callin, pembalap asal Swedia yang dua kali menjadi juara Eropa, seperti "ditembakkan dari meriam", menggambarkan intensitas dan kecepatan ekstrem yang menjadi ciri khas olahraga ini. Dalam waktu singkat itu, para pembalap menghadapi tekanan fisik luar biasa, termasuk hentakan mendadak saat mobil berhenti, yang dirasakan seperti ditendang di dada hingga napas tercekat.

Ketertarikan perempuan terhadap Top Fuel drag racing tidak lagi menjadi hal yang mengejutkan. Dalam sembilan edisi Kejuaraan Eropa terakhir, perempuan memenangkan tujuh gelar, sementara di Amerika Serikat, Brittany Force berhasil meraih gelar nasional NHRA pada 2017 dan 2022, bahkan mencatat rekor kecepatan dunia. Hal ini menonjolkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan Formula 1, di mana perempuan belum tampil dalam balapan Grand Prix sejak lima dekade lalu. Kini, perempuan menyumbang sekitar 20% dari total pembalap Top Fuel di Amerika Serikat dan Eropa, jauh melampaui proporsi 10% di seluruh ajang balap otomotif secara umum.

Keberhasilan perempuan dalam kelas paling ekstrem ini tidak didasarkan pada keunggulan fisik atau biologis. Menurut Fran Longstaff dari More Than Equal, penelitian menunjukkan bahwa faktor kunci terletak pada struktur olahraga yang inklusif: akses terbuka bagi pemula, program pembinaan muda, area pit yang terbuka untuk umum, serta budaya yang menghargai kerja sama dan keluarga. Kehadiran tokoh-tokoh perempuan seperti Callin dan Force sebagai panutan turut menciptakan lingkungan yang mendukung dan tidak menghambat partisipasi wanita.

Keselamatan menjadi prioritas utama, terutama setelah insiden fatal pada 2004 dan 2008 yang melibatkan mobil berbahan bakar nitrometana. Sejak itu, jarak lintasan diperpendek, sistem perlindungan diperkuat, dan parasut otomatis terbuka setelah garis finis untuk mencegah kecelakaan beruntun. Penonton pun diminta menggunakan pelindung telinga karena tingkat kebisingan setara jet tempur saat lepas landas. Meski terlihat menakutkan dari luar, bagi pembalap seperti Callin, sensasi adrenalin justru menjadi hal yang tak tergantikan, yang membuat mereka "menyatu dengan mobil" dalam setiap detik balapan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya