Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mentan Dorong Stok Jagung 250 Ribu Ton di Bulan Kritis

Kementerian Pertanian minta Bulog jaga stok jagung pakan sebanyak 250 ribu ton selama periode September hingga Desember untuk antisipasi gangguan produksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mentan Dorong Stok Jagung 250 Ribu Ton di Bulan Kritis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan jagung pakan pada periode bulan kritis yang berlangsung dari September hingga Desember. Ia menekankan bahwa rentang waktu tersebut berisiko menekan produksi jagung, yang berdampak langsung pada kelangsungan usaha peternakan ayam petelur di seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menginstruksikan Perum Bulog memperkuat cadangan stok jagung pakan secara masif.

Berdasarkan arahan Mentan, Bulog diminta menjaga stok minimal 250 ribu ton selama empat bulan kritis tersebut. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan baku pakan ternak, terutama saat musim panen belum mencapai puncaknya. Dengan cadangan yang cukup, diharapkan harga jagung tidak melonjak dan peternak tidak terganggu dalam menjalankan aktivitas produksi.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi, Kementan juga menyalurkan bantuan benih jagung gratis kepada petani binaan koperasi peternak seluas 20 ribu hektare. Dukungan ini disertai komitmen Bulog sebagai penyerap hasil panen (off-taker) jika terjadi kelebihan pasokan. Keberadaan Bulog sebagai pembeli menambah kepastian bagi petani dalam menanam jagung, sehingga mendorong produktivitas secara berkelanjutan.

Selain benih, petani juga akan menerima bantuan alat dan mesin pertanian untuk mempercepat proses budidaya. Pada tahap awal, 20 unit traktor akan didistribusikan, dengan kemungkinan penambahan hingga 40 unit tergantung dinamika di lapangan. Penerapan teknologi pertanian ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kemandirian jagung pakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya