Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perlinsos Digital Siap Diluncurkan 10 November 2026

Program perlindungan sosial digital akan diluncurkan Presiden pada 10 November 2026, menggantikan subsidi barang dengan transfer tunai langsung kepada penerima yang terdaftar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 64x dibuka
Perlinsos Digital Siap Diluncurkan 10 November 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Program perlindungan sosial digital resmi akan diluncurkan pada 10 November 2026, menandai perubahan signifikan dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial di Indonesia. Dalam skema baru, bantuan akan disalurkan dalam bentuk tunai langsung kepada keluarga penerima manfaat, menggantikan sistem subsidi yang selama ini diberikan melalui produk tertentu. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran lebih akurat, transparan, dan berkeadilan bagi masyarakat yang memang berhak menerima.

Pengumuman peluncuran ini disampaikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam sesi keterangan pers di Istana Merdeka. Ia menegaskan bahwa program ini telah disiapkan secara matang dan telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi dengan jajaran ekonomi pemerintah. Tujuan utamanya adalah menekan kesalahan pendataan yang selama ini menghambat distribusi bantuan secara optimal.

Uji coba sistem digital telah melibatkan seluruh 514 kabupaten dan kota di Indonesia, dengan total 11,5 juta kepala keluarga terdaftar hingga saat ini. Dukungan dari 775 ribu agen pendataan turut mendukung proses pendaftaran, sementara portal digital menerima lebih dari 600 ribu pendaftar setiap hari. Data dari uji coba di Provinsi Bali menunjukkan penurunan signifikan terhadap dua jenis kesalahan: exclusion error turun 24,1 persen dan inclusion error menurun 4,1 persen.

Pemutakhiran data penerima bantuan akan selesai pada akhir 2026, dengan integrasi data dari Direktorat Jenderal Dukcapil dan lembaga terkait menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Masyarakat juga diberi kesempatan mendaftar secara mandiri untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Nilai bantuan yang dihimpun dari berbagai program diperkirakan mencapai rata-rata Rp5,4 juta per orang, tetapi realisasi penyaluran tetap menunggu kesiapan sistem dan hasil pemutakhiran data.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya