Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertamina NRE Percepat Transisi ke Energi Terbarukan

Pertamina NRE mempercepat diversifikasi energi nasional melalui pengembangan biodiesel dan bioetanol, dengan target ekspansi produksi dan kenaikan komposisi campuran dalam BBM hingga B50 dan E5 ke E10 dalam tiga tahun ke depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertamina NRE Percepat Transisi ke Energi Terbarukan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina NRE menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi energi nasional menuju sumber terbarukan melalui program strategis yang telah berjalan sejak 2008. Langkah awal dimulai dari pengembangan biodiesel dengan kandungan 2,5 persen (B2,5), yang kini telah berkembang signifikan menjadi B50. Progres ini menjadi bukti konsistensi dalam membangun infrastruktur energi berkelanjutan, sekaligus mendorong pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil secara bertahap dan terukur.

Dalam perjalanan tersebut, perusahaan kini memperluas fokus ke sektor bensin dengan memasukkan bioetanol ke dalam BBM. Sejak 2023, Pertamina telah meluncurkan Pertamax Green 95 yang mengandung etanol 5 persen, dan telah didistribusikan di lebih dari 180 SPBU di seluruh Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam konsumsi transportasi nasional.

Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Pertamina NRE menargetkan penambahan fasilitas produksi bioetanol, salah satunya pabrik di Banyuwangi dengan kapasitas 30 ribu kiloliter. Pabrik ini diharapkan mulai beroperasi dalam dua tahun mendatang, mendukung ekspansi produksi dan distribusi yang lebih luas. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan varian produk baru yang tidak terbatas pada bahan bakar RON 95, termasuk kemungkinan penerapan komposisi etanol lebih tinggi seperti E10.

Namun, keberhasilan percepatan ini menurut Harsono Budi Santoso, Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis Pertamina NRE, bergantung pada dukungan lintas sektor. Ia menekankan perlunya kebijakan regulasi yang mendukung, kebijakan harga yang kompetitif, pengembangan infrastruktur pendukung, serta ketersediaan bahan baku yang stabil. Tanpa kolaborasi dari pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, target transisi energi tidak akan tercapai secara efektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya