Pertamina NRE Percepat Transisi ke Energi Terbarukan
Pertamina NRE mempercepat diversifikasi energi nasional melalui pengembangan biodiesel dan bioetanol, dengan target ekspansi produksi dan kenaikan komposisi campuran dalam BBM hingga B50 dan E5 ke E10 dalam tiga tahun ke depan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 21.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertamina NRE menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi energi nasional menuju sumber terbarukan melalui program strategis yang telah berjalan sejak 2008. Langkah awal dimulai dari pengembangan biodiesel dengan kandungan 2,5 persen (B2,5), yang kini telah berkembang signifikan menjadi B50. Progres ini menjadi bukti konsistensi dalam membangun infrastruktur energi berkelanjutan, sekaligus mendorong pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil secara bertahap dan terukur.
Dalam perjalanan tersebut, perusahaan kini memperluas fokus ke sektor bensin dengan memasukkan bioetanol ke dalam BBM. Sejak 2023, Pertamina telah meluncurkan Pertamax Green 95 yang mengandung etanol 5 persen, dan telah didistribusikan di lebih dari 180 SPBU di seluruh Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam konsumsi transportasi nasional.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Pertamina NRE menargetkan penambahan fasilitas produksi bioetanol, salah satunya pabrik di Banyuwangi dengan kapasitas 30 ribu kiloliter. Pabrik ini diharapkan mulai beroperasi dalam dua tahun mendatang, mendukung ekspansi produksi dan distribusi yang lebih luas. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan varian produk baru yang tidak terbatas pada bahan bakar RON 95, termasuk kemungkinan penerapan komposisi etanol lebih tinggi seperti E10.
Namun, keberhasilan percepatan ini menurut Harsono Budi Santoso, Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis Pertamina NRE, bergantung pada dukungan lintas sektor. Ia menekankan perlunya kebijakan regulasi yang mendukung, kebijakan harga yang kompetitif, pengembangan infrastruktur pendukung, serta ketersediaan bahan baku yang stabil. Tanpa kolaborasi dari pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, target transisi energi tidak akan tercapai secara efektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


