Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi 8% Butuh Institusi Kuat, Bukan Hanya SDA

James A. Robinson menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 8% yang berkelanjutan harus didukung institusi inklusif, bukan hanya ketergantungan pada sumber daya alam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 75x dibuka
Pertumbuhan Ekonomi 8% Butuh Institusi Kuat, Bukan Hanya SDA📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, termasuk angka 8%, tidak bisa dijamin hanya berdasarkan kekayaan alam yang melimpah. Menurut James A. Robinson, peraih Nobel Ekonomi 2024, kunci utama di balik pertumbuhan berkelanjutan terletak pada kualitas institusi yang mampu menciptakan insentif bagi masyarakat dan pelaku usaha. Dalam kesempatan di Indonesia Policy Forum 2026, ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi bukan soal jumlah sumber daya, melainkan bagaimana institusi memastikan akses dan kesempatan yang merata.

Robinson menyoroti bahwa pendapatan dari komoditas bersifat sementara dan sangat rentan terhadap fluktuasi pasar. Tanpa pengelolaan yang baik, keuntungan dari eksploitasi sumber daya alam justru bisa menguap begitu harga turun atau aktivitas ekstraksi menurun. Ia memberi contoh negara-negara seperti Guinea Ekuatorial dan Turkmenistan yang gagal memanfaatkan kekayaan alam mereka untuk membangun ekonomi berkelanjutan.

Sebaliknya, negara-negara seperti Oman, Arab Saudi, dan Botswana menunjukkan model yang berbeda. Mereka memanfaatkan pendapatan dari sumber daya alam untuk mendiversifikasi ekonomi, membangun sektor non-energi, dan memperkuat institusi yang mendukung inovasi dan investasi. Menurut Robinson, keberhasilan ini bukan hasil keberuntungan, melainkan hasil dari kebijakan strategis yang didukung oleh struktur institusi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada akumulasi modal atau adopsi teknologi, tetapi pada fondasi institusi yang mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kewirausahaan, investasi, dan transformasi ekonomi. Tanpa fondasi ini, bahkan pertumbuhan 8% yang tinggi pun hanya bersifat sementara dan tidak mampu mengangkat kesejahteraan jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya