Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Petugas SPBU Menangis Usai Diminta Buka 24 Jam, Gubernur: Tetap Layani Konsumen

Seorang operator SPBU di Denpasar menangis saat diminta bekerja nonstop 24 jam akibat kelangkaan Pertalite, direspons langsung Gubernur Bali dengan imbauan tetap melayani meski lelah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 123x dibuka
Petugas SPBU Menangis Usai Diminta Buka 24 Jam, Gubernur: Tetap Layani Konsumen📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang petugas perempuan di SPBU 54.801.48 Denpasar tak mampu menahan emosinya saat diminta memperpanjang jam operasional hingga 24 jam. Dalam kondisi kelelahan ekstrem, ia menangis sambil menyampaikan bahwa ia bukan mesin, melainkan manusia yang punya batas. Aksi emosionalnya itu terjadi saat Gubernur Bali Wayan Koster melakukan inspeksi mendadak di lokasi, di tengah antrean panjang kendaraan yang mengular hingga lebih dari satu kilometer.

Kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite yang melanda Bali sejak awal pekan disebabkan oleh gangguan cuaca dan keterlambatan kedatangan kapal pengangkut dari depo. Kondisi ini memicu fenomena panic buying, sehingga SPBU di wilayah Denpasar dan Badung mengalami tekanan ekstrem. Untuk meredam kemacetan dan menjamin pasokan, pemerintah daerah dan Pertamina menginstruksikan SPBU beroperasi penuh sepanjang waktu. Keputusan mendadak ini berdampak besar pada tenaga kerja di lapangan, terutama operator perempuan yang sebagian besar sedang dalam masa menyusui.

Tria, admin SPBU setempat, menjelaskan bahwa operasional normal hanya berlangsung dari pukul 06.00 hingga 23.00 WITA dengan dua shift dan total 12 pekerja. Namun, lonjakan antrean memaksa mereka bekerja melebihi jam kerja tanpa istirahat yang memadai. Ia menyebut keterbatasan tenaga kerja menjadi kendala utama, karena sulit mencari pengganti dalam waktu cepat. Beberapa operator, termasuk yang masih menyusui, dipaksa tetap bertahan meski kondisi fisik terlalu lelah.

Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Bali menegaskan tidak ada niat untuk menyalahkan petugas, melainkan menyatakan bahwa luapan emosi murni akibat kelelahan fisik. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada konsumen harus tetap berjalan, meski dalam kondisi melelahkan. "Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek, iya layani, enggak boleh ngerasa capek," ujar Koster. Ia menegaskan tidak ada miskomunikasi dan menilai kejadian tersebut sebagai bentuk pelepasan emosional akibat tekanan kerja.

Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia dan menjaga stabilitas, Pemprov Bali mengerahkan personel TNI untuk membantu operasional malam hari di puluhan SPBU di wilayah Denpasar dan Badung. Rencananya, 66 SPBU akan dibantu, namun baru 50 yang bisa beroperasi dengan dukungan personel TNI. Setiap SPBU ditempatkan dua anggota TNI, dengan fokus pada pengamanan dan pengaturan antrean, sehingga pekerja SPBU bisa mendapatkan waktu istirahat yang lebih layak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya