Pilar Tani Evaluasi Penyaluran Pupuk di Garut
Pupuk Indonesia gelar evaluasi dan sosialisasi kebijakan penyaluran pupuk subsidi di Garut dengan fokus pada akuntabilitas dan efisiensi distribusi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar forum koordinasi strategis bertajuk Pilar Tani di Kabupaten Garut untuk mengevaluasi realisasi penyaluran pupuk bersubsidi dan menyelaraskan pemahaman terhadap kebijakan terkini. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8) dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, petani, dan distributor. Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang sinergi untuk mengidentifikasi hambatan lapangan dan merancang solusi bersama guna memperbaiki sistem distribusi.
Hingga 27 Agustus 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Garut mencapai 64.551,75 ton, atau setara 55,21 persen dari total alokasi sebesar 116.941,70 ton. Rinciannya, pupuk Urea terdistribusi sebanyak 26.249,65 ton, NPK 38.261,50 ton, NPK Kakao 0 ton, dan pupuk organik 40,60 ton. Evaluasi juga mencakup hasil verifikasi transaksi melalui sistem i-Pubers pada periode Januari–Juli 2026, yang bertujuan memastikan konsistensi administrasi sesuai aturan teknis.
Robby menekankan pentingnya peningkatan kapasitas administrasi kios dan PPTS (Pusat Penyalur Tani Swadaya) dalam melengkapi dokumen penyaluran. Ia menyatakan bahwa kelalaian administratif dapat menimbulkan konsekuensi hukum, terutama karena setiap transaksi harus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB). Upaya pendampingan terus dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan distribusi berjalan sesuai prinsip 7 Tepat—tepat waktu, tepat lokasi, tepat jenis, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Syamsuddin, menyoroti keterkaitan ketersediaan pupuk dengan tujuan swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa tata kelola pupuk yang baik menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian. Di Garut, terdapat 11 PUD dan 283 PPTS yang menjadi penopang distribusi. Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Garut, Rieza Fauzani, menyampaikan alokasi pupuk tahun ini mencakup Urea 59.302 ton, NPK Phonska 56.960 ton, NPK Kakao 4,7 ton, dan pupuk organik 675 ton, dengan penyaluran yang berjalan lancar berkat ketersediaan stok di tingkat kios.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Kementerian Komdigi menyoroti belum optimalnya komitmen sejumlah platform digital dalam melindungi anak sesuai PP Tunas, dengan sejumlah data menunjukkan upaya masih jauh dari target.
14 September 2026

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Pemerintah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Perlindungan Ketenagakerjaan ke DPR setelah evaluasi intensif selama 10 hari oleh tim menteri.
14 September 2026

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Pemerintah menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Pelindungan Ketenagakerjaan ke Komisi IX DPR, sebagai langkah awal penyusunan undang-undang yang mencakup perlindungan pekerja formal dan informal, termasuk pekerja platform digital.
14 September 2026
Suahasil Nazara Resmi Gantikan Purbaya Yudi di Kabinet Prabowo-Gibran
Penggantian Purbaya Yudi oleh Suahasil Nazara menjadi bagian dari reshuffle kabinet yang dilakukan sejak Oktober 2024, menandai perubahan struktur kepemimpinan di lembaga negara.
14 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA

Pemerintah Kaji Batasi Konsumsi Pertalite untuk Pastikan Subsidi Tepat Sasaran
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA

Prabowo Ganti Menkeu, Suahasil Naik Pangkat Jadi Pengganti Purbaya
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


