Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pilar Tani Evaluasi Penyaluran Pupuk di Garut

Pupuk Indonesia gelar evaluasi dan sosialisasi kebijakan penyaluran pupuk subsidi di Garut dengan fokus pada akuntabilitas dan efisiensi distribusi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pilar Tani Evaluasi Penyaluran Pupuk di Garut📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar forum koordinasi strategis bertajuk Pilar Tani di Kabupaten Garut untuk mengevaluasi realisasi penyaluran pupuk bersubsidi dan menyelaraskan pemahaman terhadap kebijakan terkini. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8) dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, petani, dan distributor. Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang sinergi untuk mengidentifikasi hambatan lapangan dan merancang solusi bersama guna memperbaiki sistem distribusi.

Hingga 27 Agustus 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Garut mencapai 64.551,75 ton, atau setara 55,21 persen dari total alokasi sebesar 116.941,70 ton. Rinciannya, pupuk Urea terdistribusi sebanyak 26.249,65 ton, NPK 38.261,50 ton, NPK Kakao 0 ton, dan pupuk organik 40,60 ton. Evaluasi juga mencakup hasil verifikasi transaksi melalui sistem i-Pubers pada periode Januari–Juli 2026, yang bertujuan memastikan konsistensi administrasi sesuai aturan teknis.

Robby menekankan pentingnya peningkatan kapasitas administrasi kios dan PPTS (Pusat Penyalur Tani Swadaya) dalam melengkapi dokumen penyaluran. Ia menyatakan bahwa kelalaian administratif dapat menimbulkan konsekuensi hukum, terutama karena setiap transaksi harus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB). Upaya pendampingan terus dilakukan untuk meminimalkan kesalahan dan memastikan distribusi berjalan sesuai prinsip 7 Tepat—tepat waktu, tepat lokasi, tepat jenis, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pupuk Kementerian Pertanian, Syamsuddin, menyoroti keterkaitan ketersediaan pupuk dengan tujuan swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa tata kelola pupuk yang baik menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian. Di Garut, terdapat 11 PUD dan 283 PPTS yang menjadi penopang distribusi. Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Garut, Rieza Fauzani, menyampaikan alokasi pupuk tahun ini mencakup Urea 59.302 ton, NPK Phonska 56.960 ton, NPK Kakao 4,7 ton, dan pupuk organik 675 ton, dengan penyaluran yang berjalan lancar berkat ketersediaan stok di tingkat kios.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya