Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polisi Tembak Istri di TK, 44 Anak Selamat

Seorang petugas kepolisian menembak mati istrinya, seorang guru TK, di lokasi kerja, lalu kembali ke rumah dan dikelilingi polisi dalam negosiasi, sementara 44 anak dievakuasi tanpa cedera.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Polisi Tembak Istri di TK, 44 Anak Selamat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang anggota polisi di Provinsi Chonburi, Thailand, melakukan penembakan mematikan terhadap istrinya yang bekerja sebagai guru di sebuah taman kanak-kanak pada hari Rabu, 9 September 2026. Insiden terjadi sekitar pukul 10.30 waktu setempat, saat pelaku tiba di sekolah dan berdialog dengan istrinya sebelum melepaskan tembakan. Tidak ada murid yang terluka karena kejadian tersebut terjadi di luar ruang kelas, sehingga anak-anak tetap aman selama peristiwa berlangsung.

Setelah menyelesaikan aksinya, pelaku langsung kembali ke rumahnya dan dikelilingi petugas keamanan. Kepolisian kini tengah melakukan negosiasi intensif untuk menyelesaikan situasi tanpa kekerasan lebih lanjut. Pihak berwenang menyatakan bahwa motif penembakan masih belum diketahui secara pasti, namun proses penyelidikan sedang berlangsung secara intensif.

Gubernur Chonburi, Naris Niramaiwong, mengonfirmasi bahwa 44 anak, tiga guru, dan tiga staf lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat. Semua korban telah diberikan bantuan psikologis untuk menangani trauma akibat insiden. Taman kanak-kanak tersebut ditutup sementara untuk keperluan penyelidikan dan pemulihan lingkungan.

Insiden ini menambah panjang daftar aksi kekerasan bersenjata yang mengguncang Thailand dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada bulan Agustus 2026, seorang remaja menembak kakek-nenek, lima staf, dan satu murid di sekolah sebelum bunuh diri. Dalam sejarah kekerasan, Thailand juga pernah mengalami tragedi besar pada 2022, ketika mantan polisi membunuh 24 anak dan 12 orang dewasa di pusat penitipan anak di wilayah utara negara itu.

Ketegangan terus meningkat terkait tingginya tingkat kepemilikan senjata di wilayah Asia Tenggara, termasuk Thailand, meskipun pemerintah telah berjanji untuk memperketat regulasi. Namun, upaya tersebut belum mampu mencegah terulangnya kejadian serupa, menunjukkan kelemahan sistem pencegahan yang masih perlu diperkuat secara menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya