Harga Pangan di Daerah Terdampak Erupsi Tetap Terkendali
Pantauan pemerintah melalui sistem digital menunjukkan harga pangan di wilayah terdampak erupsi tetap stabil, termasuk telur dan daging ayam, meski fluktuasi pasar terjadi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 11.30 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Perdagangan melaporkan kondisi harga pangan di sejumlah kabupaten dan kota yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau masih dalam batas normal. Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan tidak terjadi lonjakan harga signifikan di pasar tradisional maupun modern. Hasil pemantauan ini didukung oleh koordinasi langsung dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Menteri Perdagangan menegaskan bahwa sistem pemantauan yang digunakan mampu melacak pergerakan harga secara real time di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan yang mengalami gangguan akibat aktivitas vulkanik. Dari data tersebut, tidak ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar pada komoditas pokok utama seperti beras, telur, dan daging. Kestabilan ini menjadi bukti efektivitas mekanisme pengawasan yang telah diterapkan.
Pemerintah menekankan bahwa harga acuan tetap menjadi acuan utama dalam menilai kenaikan atau penurunan harga, bukan hanya fluktuasi pasar semata. Sebagai contoh, harga acuan telur ayam ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram, yang mencerminkan total biaya produksi, distribusi, dan keuntungan wajar. Meski harga di pasar sempat mencapai Rp26.600 per kg, angka tersebut masih berada di bawah batas acuan, sehingga tidak dianggap sebagai kenaikan yang perlu intervensi.
Pemerintah juga memperhatikan kondisi penurunan harga yang berpotensi merugikan produsen. Dalam kasus daging ayam, penurunan harga dari Rp40.000 per kg menjadi Rp34.000 per kg menyebabkan tekanan ekonomi bagi peternak. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengancam kelangsungan produksi dan berujung pada kelangkaan di masa depan. Oleh karena itu, intervensi dilakukan tidak hanya saat harga naik, tetapi juga saat harga turun di bawah harga acuan untuk menjaga keseimbangan pasar.
Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga stabilitas harga jangka panjang serta melindungi keberlanjutan produksi komoditas pangan. Dengan pendekatan yang seimbang, pemerintah berupaya menghindari gejolak pasar yang berdampak pada daya beli masyarakat dan ketersediaan pangan secara nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik, Berlaku Hingga 2026
Masyarakat kini bisa perpanjang STNK tanpa KTP pemilik lama, dengan aturan sementara berlaku hingga akhir 2026.
10 September 2026

BUK Migas Didesain sebagai Entitas Kuat untuk Perkuat Energi Nasional
Revisi UU Migas tengah berjalan dengan fokus pada struktur BUK Migas yang dirancang sebagai entitas khusus untuk mengelola hulu migas secara profesional dan mandiri.
10 September 2026

Menghidupkan Era 70-an, Usulan BUK Migas Kuatkan Peran Negara
DPR dan pakar usulkan pembentukan BUK Migas di bawah Presiden untuk perkuat penguasaan negara dan tingkatkan produksi minyak nasional seperti era 1970-an.
10 September 2026

Pemerintah Siap Uji Coba Rekening Gratis Mulai Kuartal I 2027
Program rekening gratis bagi warga berusia 17 tahun ke atas akan diuji coba pada kuartal pertama tahun depan, dengan fokus pada inklusi keuangan dan penyaluran bansos secara langsung.
10 September 2026
Berita Lainnya

Perlindungan Anak Saat Paparan Abu Vulkanik dari Anak Krakatau
Kamis, 10 September 2026, 15.49 WITA

Jaguar Land Rover Potong 4.000 Pekerja Akibat Tekanan Pasar Global
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Atto 1 Pimpin Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.46 WITA

Malon Lam Diciduk Usai Curi Bitcoin Rp4,2 Triliun untuk Beli Mobil Mewah
Kamis, 10 September 2026, 15.45 WITA

iPhone Duo Siap Meluncur di Indonesia Akhir 2026
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan Seri Wearables Terbaru dengan Fokus Kesehatan dan Performa
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Apple Perkenalkan iPhone Duo, Ponsel Lipat Pertama Secara Global
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA

Harga iPhone 18 Pro Series Diprediksi Melonjak di Pasar Indonesia
Kamis, 10 September 2026, 15.38 WITA


