Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Porprov Jateng XVII Dibuka, Jadi Ujicoba PON 2028

Pembukaan Porprov Jateng XVII di Semarang menjadi ajang persiapan atlet menuju PON 2028 dengan partisipasi 7.999 atlet dari 35 kabupaten/kota.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Porprov Jateng XVII Dibuka, Jadi Ujicoba PON 2028📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah ke-XVII secara resmi diluncurkan oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Stadion Jatidiri, Semarang, pada hari Minggu (25/10). Ajang empat tahunan ini akan berlangsung hingga 31 Oktober dengan melibatkan 7.999 atlet dan 1.910 ofisial yang akan bersaing dalam 58 cabang olahraga dan 810 nomor pertandingan. Seluruh kontingen diminta menetapkan target tinggi guna menghasilkan atlet berprestasi yang siap bersaing di PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Luthfi menekankan bahwa Porprov bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan jangka panjang dan penguatan semangat persatuan di kalangan atlet dan pelatih. Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas, menghindari ego sektoral, serta memastikan wasit bertindak objektif. "Setiap peserta harus saling menghargai, dan prestasi harus dibangun atas dasar integritas," ujarnya.

Dalam perhelatan ini, lima wilayah di kawasan Semarang Raya—Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Demak, dan Kendal—menjadi tuan rumah utama. Namun, beberapa cabang yang membutuhkan fasilitas khusus dilaksanakan di luar wilayah tersebut. Balap sepeda track digelar di Surakarta, aeromodeling di Bandara Ngloram, Blora, sementara senam artistik dilangsungkan di Pati.

Pemerintah daerah menilai Porprov membawa dampak ekonomi signifikan, terutama bagi UMKM, industri perhotelan, dan sektor pariwisata. "Ini momentum untuk memacu aktivitas ekonomi lokal," kata Luthfi. Ketua KONI Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menegaskan bahwa tujuan utama Porprov adalah mengevaluasi hasil pembinaan atlet di tingkat kabupaten/kota, menjaring potensi baru, serta memperkuat sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya