Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Tegaskan Kelanjutan Proyek Gas Masela dalam 6 Bulan

Presiden Prabowo meminta Inpex segera mulai aktivitas proyek gas Masela dalam waktu enam bulan, setelah 28 tahun mangkrak, dengan ancaman pencabutan kontrak jika tidak ada kemajuan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
Prabowo Tegaskan Kelanjutan Proyek Gas Masela dalam 6 Bulan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara tegas menegaskan kepada pihak Jepang bahwa proyek gas raksasa di Blok Masela, Maluku, harus segera dilanjutkan dalam waktu enam bulan ke depan. Dalam kesempatan rapat koordinasi nasional, ia mengungkapkan bahwa setelah lebih dari dua tahun tanpa aktivitas nyata, pemerintah tidak segan mencabut kontrak jika perusahaan pengelola, Inpex Masela Ltd., tidak menunjukkan komitmen untuk memulai pembangunan. Ancaman ini disampaikan setelah kunjungan langsung ke Jepang, di mana Prabowo menyampaikan secara langsung kepada tokoh setempat bahwa rakyat Indonesia tidak mampu menunggu lebih lama.

Proyek yang telah tertunda selama 28 tahun sejak kontrak ditandatangani pada 1998 kini resmi memasuki tahap fisik setelah peresmian peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden melalui video conference dari Istana. Acara berlangsung di Kepulauan Tanimbar, Maluku, dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara serta CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda. Prabowo menekankan bahwa proyek strategis nasional ini bukan sekadar investasi, melainkan bagian dari upaya menjamin kelangsungan hidup bangsa melalui energi nasional yang kini mulai terwujud setelah puluhan tahun menunggu.

Dengan nilai investasi mencapai US$ 20,9 miliar, proyek Lapangan Abadi di Blok Masela diharapkan mampu menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas kondensat per tahun, serta memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun melalui kilang darat. Selain itu, proyek ini juga akan menyumbang 150 juta standar kaki kubik gas per hari melalui pipa dan 35.000 barel per hari kondensat. Potensi cadangan gas mencapai 6,97 triliun kaki kubik, menjadikannya salah satu aset energi terbesar Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kolaborasi semua pihak—mulai dari mitra asing seperti Inpex dan Petronas hingga perusahaan nasional Pertamina. Ia menekankan pentingnya menjaga keramahan dalam diplomasi, namun tetap waspada terhadap sikap yang bisa dianggap sebagai kelemahan. Dengan filosofi “eling wan waspada”, ia menegaskan bahwa kehati-hatian bukan berarti paranoia, melainkan bagian dari kewaspadaan dalam memperjuangkan kepentingan nasional yang telah lama tertunda.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya