Prabowo Tekankan Penumpasan Mafia Pangan ke Amran
Presiden memerintahkan Menteri Pertanian tangani praktik mafia yang memengaruhi harga pangan, menyusul keluhan peternak dan konsumen atas disparitas harga yang mencapai dua kali lipat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menutup celah bagi oknum yang memanipulasi harga komoditas pangan, khususnya di sektor ayam dan telur, sekaligus menugaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk bertindak tegas. Perintah ini disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Jakarta, di mana Amran menegaskan bahwa harga yang dibayar konsumen jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang diterima peternak.
Berdasarkan data yang disampaikan, harga ayam dan telur di tingkat peternak berkisar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram, sementara di pasar konsumen mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg. Kondisi ini memperlihatkan adanya penyimpangan dalam rantai distribusi, yang menimbulkan kerugian bagi peternak sekaligus beban bagi masyarakat. Amran menyoroti bahwa fenomena serupa juga terjadi pada beras dan minyak goreng, termasuk produk beras fortifikasi yang justru dijual lebih mahal daripada beras biasa.
Pemerintah telah menerima laporan dari ribuan peternak yang melakukan aksi unjuk rasa pada 9 Oktober karena harga jual hasil ternak berada di bawah harga pokok produksi. Dengan sekitar 4,8 juta peternak mengeluhkan tekanan ekonomi, Amran menyatakan situasi ini mencerminkan dua pihak terdampak: konsumen yang membeli mahal dan produsen yang menderita kerugian. Ia menekankan bahwa upaya penyerapan produksi melalui program Makan Bergizi Gratis belum cukup menyelesaikan masalah struktural.
Amran juga mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan Kapolri untuk menangani dugaan praktik kriminal dalam distribusi pangan. Ia mencontohkan kasus perusahaan penggilingan beras tahun 2017 yang ditemukan mengambil keuntungan hingga Rp26 ribu per kg, sementara petani hanya menerima Rp200 per kg—sehingga perusahaan tersebut ditutup permanen. Kini, meski stok beras mencapai 4,5 juta ton—naik dari 3 juta ton sebelumnya—harga tetap fluktuatif, menunjukkan kegagalan sistem distribusi yang perlu ditinjau ulang.
Amran menegaskan bahwa pemerintah harus menindak tegas para perantara (middleman) yang memperbesar selisih harga, karena keberlangsungan kerja pemerintah akan terus terganggu selama praktik tersebut masih berlangsung. Ia menyatakan kesiapan untuk mengambil risiko demi menyelesaikan persoalan, menekankan bahwa keberhasilan stabilisasi harga tidak bisa dicapai tanpa menyelesaikan akar masalah di rantai pasok.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Terkoreksi 1% di Awal Sesi, Tekanan Global Picu Pelemahan
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,01% menjadi 6.032,32 akibat tekanan jual dan volatilitas pasar global yang memicu kekhawatiran ekonomi.
12 Oktober 2026

IHSG Melemah 1% Akibat Tekanan Sektor Utama
Indeks saham bergerak turun 1,01% ke level 6.032 akibat tekanan jual di sektor infrastruktur, energi, dan material dasar, disertai sentimen global dari rilis data ekonomi penting.
12 Oktober 2026

MedcoEnergi Perkuat Posisi di Kutai dengan Akuisisi 10% Aset Gas Eni
MedcoEnergi resmi akuisisi 10% hak partisipasi non-operator di empat kontrak gas di Kutai, Kalimantan Timur, melalui kesepakatan dengan Eni, dengan penekanan pada ekspansi produksi dan potensi eksplorasi di wilayah produktif.
12 Oktober 2026

IHSG Terpuruk 2% di Sesi I Akibat Tekanan Jual Luas
Indeks harga saham gabungan anjlok 2% pada perdagangan Senin (12/10/2026), dipicu tekanan jual di sektor infrastruktur, energi, dan barang baku.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Kuat Menunjukkan Daya Beli Masyarakat Tetap Kokoh
Senin, 12 Oktober 2026, 15.28 WITA

Mendagri dan Mentan Perkuat Sinergi Swasembada Pangan Melalui BPP
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

ASII Perkuat Kendali di AUTO Lewat Tender Sukarela
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

China Perkuat Cadangan Emas, Dorong Stabilitas Ekonomi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terkoreksi 2% di Sesi I, Tekanan Global dan MSCI Jadi Pemicu
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terpuruk 2%, Asing Gandeng 10 Saham Ini
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

Investor Asing Jual Bersih Rp166 Miliar, IHSG Terkoreksi Tajam
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

Aset FTX Kini Berubah Jadi Pendorong Revolusi AI
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

