Prancis vs Inggris Perebutkan Medali Perunggu di Miami
Laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Inggris di Stadion Miami diprediksi berlangsung ketat, dengan ambisi Kylian Mbappe mempertahankan gelar pencetak gol terbanyak menjadi pemicu intensitas pertandingan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.02 WITA·👁 17 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Pertandingan perebutan medali perunggu Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Miami pada 19 Juli 2026 pukul 04.00 WIB menjadi ajang penentuan bagi Prancis dan Inggris untuk menutup turnamen dengan hasil terbaik. Kedua tim gagal melaju ke final—Prancis dikalahkan Spanyol 0-2, sementara Inggris kalah 1-2 dari Argentina—namun laga ini tetap membawa bobot tinggi, terutama dalam persaingan Sepatu Emas. Kylian Mbappe, yang saat ini mencatatkan delapan gol, masih berpeluang merebut gelar pencetak gol terbanyak jika mampu mencetak gol dalam pertandingan ini, mengingat Lionel Messi hanya bermain di final melawan Spanyol.
Prancis diperkirakan tampil lebih bersemangat meski harus melakukan rotasi akibat cedera William Saliba. Pelatih Didier Deschamps menegaskan bahwa meski bukan laga ideal, pertandingan ini tetap harus dijalani serius. "Ini bukan pertandingan persahabatan, dan finis di posisi ketiga lebih baik daripada peringkat keempat," ujarnya. Dengan target medali perunggu ketiga sejak 1986, Prancis mengandalkan kedalaman skuad, termasuk kemungkinan turunnya pemain seperti Rayan Cherki, Marcus Thuram, dan Warren Zaire-Emery. Mbappe dipastikan tetap menjadi andalan di lini depan, sementara Michael Olise berpotensi kembali menjadi starter untuk menjaga daya gedor tim.
Di sisi lain, Inggris juga memanfaatkan laga ini sebagai momentum untuk menunjukkan mentalitas tim. Pelatih Thomas Tuchel mengakui tekanan setelah kegagalan melaju ke final, terutama soal distribusi menit bermain, seperti minimnya kesempatan bagi Kobbie Mainoo. Namun, Tuchel menegaskan bahwa ini adalah kesempatan untuk meraih hasil terbaik dalam 60 tahun. "Ini pertandingan besar melawan salah satu tim terbaik di dunia. Mentalitas bukan sesuatu yang bisa dinyalakan dan dimatikan begitu saja," kata dia. Harry Kane dan Jude Bellingham diprediksi tetap menjadi tumpuan, dengan Kane yang mencatatkan enam gol dan masih berpeluang mengejar Mbappe jika mencetak hattrick.
Statistik menunjukkan Prancis unggul dalam menciptakan peluang, dengan 120 peluang dan xG 13,79, sedangkan Inggris memiliki 99 peluang dengan xG 12,7. Efektivitas Inggris sedikit lebih tinggi, yakni 14 persen konversi peluang menjadi gol, dibandingkan Prancis 13 persen. Harry Kane menjadi pemain Inggris dengan peluang terbanyak (23), sementara Mbappe mencatatkan 33 peluang, hanya kalah satu dari Messi yang mencatatkan 34. Meski demikian, keunggulan fisik dan psikologis Prancis—setelah memiliki satu hari lebih banyak pemulihan—menjadi faktor kunci yang diprediksi menentukan.
Dengan semua elemen tersebut, pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit, meski hasil akhir lebih menguntungkan Prancis. Tim asuhan Deschamps diperkirakan mampu mengamankan medali perunggu, sementara Inggris harus puas dengan posisi keempat. Duel di Miami menjadi penutup yang dramatis bagi dua tim yang ingin menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan, meski bukan final.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dortmund Singkirkan Frankfurt, Puncaki Klasemen Sementara
Dortmund naik ke posisi teratas klasemen Bundesliga usai menang 1-0 atas Frankfurt lewat gol Beier di menit ke-80.
25 Oktober 2026

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Keduanya memiliki peran penting: sebelum untuk energi, sesudah untuk pemulihan, dengan waktu dan jenis makanan yang sesuai untuk hasil maksimal.
24 Oktober 2026

Indonesia Torehkan Sejarah di Asian Para Games 2026
Kontingen Indonesia menutup Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 73 medali, melampaui target emas dan menempati posisi delapan secara keseluruhan.
24 Oktober 2026

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

