Rupiah Menguat Tipis di Akhir Pekan, Dolar Melemah
Rupiah menguat ke level Rp17.625 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, didorong pelemahan indeks dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,03% pada posisi Rp17.625 per dolar AS, menandai pergerakan berbalik dari pelemahan pagi hari yang sempat mencapai Rp17.635. Pergerakan harian berlangsung dalam rentang antara Rp17.590 hingga Rp17.635, dengan penguatan sebesar 10 poin dari level pembukaan. Kenaikan ini terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,26% ke posisi 98,915, mencerminkan tekanan berkurang terhadap greenback di pasar global.
Penguatan rupiah dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, terutama kecenderungan pelemahan yen Jepang yang terkait dengan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ). Kenaikan nilai yen secara tidak langsung menekan indeks dolar AS karena yen merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungannya. Laporan dari Mega Capital Sekuritas memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS dalam waktu dekat, sejalan dengan prospek pelemahan dolar global.
Di pasar obligasi domestik, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun turun tipis 0,5 basis poin menjadi 7,11%, menunjukkan stabilitas pasar. Namun, pelaku pasar tetap waspada menyusul rilis data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan The Federal Reserve pada rapat FOMC 15–16 September mendatang. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS sebesar 60%, terutama menyusul laporan tenaga kerja AS yang lebih kuat dari ekspektasi.
Kenaikan inflasi AS dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya akan mengangkat dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat melemahkan dolar dan membuka ruang bagi penguatan rupiah. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Teluk Persia, terutama ancaman Iran terhadap aksi balasan terhadap AS, turut memengaruhi pasar komoditas. Harga minyak Brent bertahan di atas US$97 per barel, mencatat level tertinggi dalam enam pekan, yang berpotensi memperkuat tekanan inflasi global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


