Presiden Diduga Terima Data Karhutla Tidak Akurat dari Jajaran Bawah
Direktur WALHI menyatakan Presiden Prabowo kerap menerima informasi tidak valid terkait karhutla dari menteri dan pejabat tinggi, menghambat penanganan yang berakar pada penyebab utama kebakaran.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepala eksekutif WALHI menyoroti adanya ketidaksesuaian dalam penyampaian data terkait kebakaran hutan dan lahan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, informasi yang disampaikan oleh pejabat tinggi, termasuk menteri, sering kali tidak akurat, sehingga mengarah pada kebijakan yang tidak tepat sasaran. Hal ini menurutnya menjadi penghambat utama dalam penanganan karhutla yang berkelanjutan dan berbasis pada akar permasalahan.
Salah satu contoh konkret yang disampaikan adalah soal pengerahan 1.800 puskesmas. Boy menilai seharusnya langkah yang lebih proaktif diambil, seperti memobilisasi layanan kesehatan darurat ke lokasi terdampak, bukan hanya mengandalkan puskesmas statis. Ia menekankan pentingnya pendekatan responsif yang mengakomodasi kondisi nyata masyarakat yang terpapar asap.
Pernyataan juga disampaikan terkait laporan kebakaran yang menyebutkan tidak ada lahan korporasi terbakar. WALHI membantah hal tersebut, menegaskan bahwa sebagian besar titik api justru berada di kawasan konsesi perkebunan kelapa sawit dan kebun kayu. Dengan informasi yang keliru, kebijakan penanganan justru tidak menyentuh sumber masalah utama.
Konten kreator Virdian Aurellio yang mengunjungi daerah terdampak juga mengungkapkan kekecewaan terhadap narasi dari pejabat yang menyebut kondisi asap sebagai "normal" atau "menyenangkan". Ia menyebut masyarakat terpaksa terus beraktivitas di luar ruangan meski terpapar asap, dengan risiko kesehatan jangka panjang. Kritik ini diperkuat dengan pernyataan bahwa kebijakan yang diambil sering kali tidak mencerminkan realitas lapangan.
Namun, pihak terkait membantah tudingan bahwa Presiden bisa dibohongi. Tenaga Ahli Bakom RI menegaskan bahwa Presiden memiliki akses ke berbagai sumber informasi dan tidak mudah dipengaruhi. Ia menekankan bahwa latar belakang Prabowo sebagai pasukan tempur membuatnya memiliki kemampuan deteksi terhadap informasi yang tidak valid, sehingga tidak mungkin terjebak dalam kebohongan sistemik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

