Produksi Padi Turun Tipis, Amran: Masih Surplus dan Tak Perlu Panik
Menteri Pertanian menanggapi proyeksi penurunan produksi beras 0,08% dengan menekankan masih adanya surplus nasional dan dampak kecilnya sebesar 30 ribu ton.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan penurunan produksi beras nasional pada periode Januari–Oktober 2026 sebesar 0,08% dibandingkan tahun sebelumnya tak membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengambil langkah defensif. Ia justru menekankan bahwa angka tersebut bersifat minim dalam konteks skala nasional, dengan total produksi beras yang diperkirakan mencapai sekitar 34,7 juta ton. Menurutnya, selisih 0,08% hanya setara dengan pengurangan produksi sekitar 30 ribu ton, angka yang dianggap tidak signifikan.
Amran menegaskan bahwa penurunan tersebut tak mengubah kenyataan bahwa Indonesia masih berada dalam posisi surplus produksi pangan. Ia menyebut bahwa pada tahun lalu, surplus mencapai 4 juta ton, dan tren tersebut dipertahankan hingga tahun ini. Dengan demikian, penurunan kecil ini tak serta-merta mengancam ketahanan pangan nasional, terlebih jika dibandingkan dengan volume produksi yang sangat besar.
Ia juga menyoroti faktor eksternal yang turut berkontribusi terhadap proyeksi tersebut, khususnya dampak iklim ekstrem seperti fenomena El Nino yang disebut sebagai "Godzilla". Menurutnya, kondisi ini memang berdampak pada produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang rentan kekeringan. Namun, pemerintah telah melakukan mitigasi aktif dengan menurunkan alat pompa, meningkatkan jaringan irigasi, serta mendorong pemanfaatan benih tahan kekeringan dan teknologi pertanian modern.
Dalam kunjungan kerja di Subang, Jawa Barat, Amran menegaskan bahwa kebijakan pemerintah bukan hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada pendampingan langsung kepada petani. Ia menyebut upaya peningkatan produktivitas dua kali lipat melalui program peningkatan hasil panen (PM AAS) telah menunjukkan hasil nyata, dengan produktivitas naik dari 5 ton menjadi 10 ton per hektare di beberapa daerah. Upaya ini, kata dia, menjadi bentuk respons konkret terhadap tantangan iklim.
BPS sendiri menegaskan bahwa angka yang dirilis masih berupa proyeksi potensi, belum final. Realisasi produksi masih bisa berubah tergantung kondisi lapangan hingga Oktober 2026, termasuk dampak hama, banjir, kekeringan, atau perubahan waktu panen. Oleh karena itu, pemerintah tetap mengawasi perkembangan secara intensif dan siap menanggapi perubahan dengan langkah-langkah antisipatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Guru PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Jadi PNS Tahun Depan
Pemerintah menargetkan pengangkatan guru PPPK paruh waktu menjadi pegawai negeri sipil pada 2025, meningkatkan stabilitas karier dan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
14 September 2026
Kacamata AI Berfitur Interaktif Memicu Kekhawatiran Privasi
Perangkat kacamata berbasis kecerdasan buatan yang mampu merekam, menelpon, dan berinteraksi secara real-time memicu kekhawatiran publik soal privasi dan etika penggunaan teknologi.
13 September 2026

10 Ruas Tol Indonesia dengan Pemandangan Alam Memukau
Sejumlah ruas tol di berbagai wilayah Indonesia menawarkan pemandangan alam yang memukau, dari perbukitan hijau hingga laut lepas, sekaligus mendukung efisiensi perjalanan.
12 September 2026

Pertamina UMK Academy 2026 Mulai Tahap Regional dengan 1.500 Peserta Terpilih
Program pembinaan UMK dari Pertamina resmi dimulai tahap regional dengan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku usaha mikro dan kecil dari seluruh Indonesia.
12 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA


