Program Prioritas Kelautan Fokus pada Kesejahteraan Nyata Nelayan
KKP menegaskan enam program prioritas dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir, bukan sekadar pembangunan infrastruktur.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan bahwa delapan program strategis di sektor kelautan dan perikanan tidak hanya ditujukan untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Menteri Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan lapangan dalam merancang setiap program, dengan fokus pada peningkatan kapasitas ekonomi nelayan sebagai penentu utama perbaikan kualitas hidup.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi salah satu contoh nyata dari pendekatan tersebut. Menurut Trenggono, keberhasilan program bukan diukur dari jumlah rumah yang dibangun, melainkan dari peningkatan kapasitas produksi dan akses pasar bagi nelayan. Dalam praktiknya, setiap kawasan dibangun berdasarkan pemetaan kebutuhan riil, termasuk fasilitas penunjang seperti stasiun pengisian bahan bakar, cold storage, bengkel perbaikan kapal, serta balai nelayan dan tempat usaha kuliner.
Pengalaman kunjungan langsung ke berbagai kampung nelayan sejak 2020 menjadi dasar dalam merancang model pengembangan yang berkelanjutan. Di Biak, misalnya, pembangunan kawasan nelayan dilakukan setelah identifikasi kebutuhan masyarakat dilakukan secara mendalam. Pendekatan ini kemudian dijadikan acuan untuk merealisasikan target pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga tahun 2029. Selain KNMP, program lain mencakup integrasi tambak udang, revitalisasi tambak di Pantai Utara Jawa, budidaya tematik di 40 ribu desa, modernisasi kapal penangkap ikan, serta swasembada garam.
Setiap program dirancang sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan lokal. Penggunaan teknologi seperti Recirculating Aquaculture System (RAS) sedang dipertimbangkan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan budidaya. Trenggono menegaskan bahwa tujuan utama bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadikan sektor kelautan sebagai sumber devisa negara. Ia menekankan bahwa keberhasilan program bergantung pada integritas, akuntabilitas, dan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran.
Wakil Menteri Didit Herdiawan Ashaf menegaskan bahwa pelaksanaan program harus mengedepankan prinsip tepat sasaran, objektivitas, dan sistem pengawasan yang kuat. Setiap tahapan kerja harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia meminta seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dan menjaga prosedur, meski dalam proses percepatan. “Kerja cepat harus dibarengi kerja cerdas dan ikhlas,” tegasnya, menekankan bahwa amanah publik tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Operasi modifikasi cuaca dilakukan BMKG di Jakarta 21–25 Oktober 2026 dengan penaburan 4 ton garam, bertujuan menurunkan polusi udara melalui hujan buatan.
25 Oktober 2026

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Kementerian ESDM membuka program pengawal energi bagi lulusan S1 dan D4 dengan 108 posisi, menawarkan insentif hingga Rp6,5 juta per bulan dan fasilitas lengkap selama masa penugasan satu tahun.
25 Oktober 2026

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan program pendidikan dan pelatihan kepemimpinan bersama Gubernur URI di Hambalang, didampingi pejabat kementerian dan BPI.
25 Oktober 2026

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk memberikan diskon layanan transportasi di empat moda selama periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027, menargetkan 16,6 juta penumpang terdampak.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.22 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.04 WITA

