Proyek Emas Aceh Terhambat Izin dan Bencana Alam
Proyek tambang emas dan tembaga di Aceh mengalami hambatan berkepanjangan akibat izin belum terbit dan dampak bencana alam, menyebabkan pengeboran terhenti selama lebih dari tujuh bulan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.14 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 54x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kegiatan eksplorasi di proyek tambang emas dan tembaga yang dikelola PT Gayo Mineral Resources (GMR) di Aceh telah mengalami penundaan lebih dari tujuh bulan sejak Maret 2026. Penyebab utamanya adalah belum terbitnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang menjadi syarat penting untuk melanjutkan pengeboran. Dalam laporan periode Juli hingga September 2026, tidak ada aktivitas pengeboran baru yang dilakukan, menyebabkan total panjang pengeboran tetap berada di angka 31.485,75 meter, sama seperti posisi akhir kuartal II-2026. Kegiatan pengeboran Fase #2B di Prospek Upper Tengkereng yang seharusnya berlangsung mulai Februari 2026 hingga Juni 2027 pun tertunda, dinyatakan sebagai keadaan kahar oleh perusahaan.
Selain persoalan perizinan, proyek ini juga terganggu oleh bencana alam yang melanda wilayah Aceh dan sekitarnya. Banjir bandang serta tanah longsor mengganggu akses logistik ke lokasi, bahkan merusak dua bendung pemantau debit aliran sungai. Perusahaan berencana memperbaiki dan menyesuaikan desain bendung tersebut, sekaligus memindahkan titik pemantauan sebagai bagian dari studi ketersediaan air permukaan yang sedang dilakukan. Sementara itu, persoalan pemetaan lahan di area Southeast Tengkereng masih belum tuntas, terutama pada dua titik bor yang belum dapat diakses, menjadi penghambat utama sebelum pengeboran dilanjutkan.
Kesiapan fasilitas lapangan juga belum sepenuhnya terpenuhi. Sebanyak 561 dari 918 core box masih tertunda penggantian, ruang penyimpanan sampel reject hampir penuh, dan ruang pemotongan core masih membutuhkan peredam suara. Meski aktivitas pengeboran terhenti, GMR tetap melanjutkan biaya eksplorasi sebesar Rp14,51 miliar selama kuartal III-2026 untuk pemantauan di dua area. Di sisi lain, perusahaan memfokuskan upaya pada kajian teknis dan persiapan operasional, termasuk audit independen terhadap data sumber daya oleh SRK Consulting (Australasia) Pty Ltd yang telah melakukan kunjungan lapangan pertama pada September 2026.
Audit ini bertujuan untuk memperbarui estimasi sumber daya berdasarkan data pemboran hingga titik UTD087, yang lebih lengkap dibandingkan estimasi sebelumnya hingga UTD081. Data yang dikumpulkan mencakup 102 lubang bor dengan total panjang 42.637,93 meter, disertai 24.843 hasil analisis batuan dan 1.533 sampel berat jenis. GMR juga mengevaluasi ulang parameter sumber daya dengan mempertimbangkan ekuivalen tembaga (CuEq) dan emas (AuEq) secara bersamaan, bukan hanya satu logam saja. Perusahaan berharap segera menyelesaikan perizinan dan mengejar peningkatan status IUP eksplorasi menjadi IUP operasi produksi.
Jika izin terbit, GMR akan melanjutkan pengeboran dengan fokus utama pada program Ore Body Knowledge di Upper Tengkereng sepanjang 13.172 meter, mencakup geoteknik dan hidrologi, metalurgi, serta penentuan sumber daya. Rencana lain mencakup pengeboran geoteknik untuk infrastruktur tambang bawah tanah, eksplorasi di Southeast Tengkereng, pengeboran horizontal portal tambang bawah tanah, serta dukungan infrastruktur permukaan. Proyek ini direncanakan menggunakan konsep tambang bawah tanah berbasis block cave.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

