Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PTBA Rugi Rp14,5 Triliun Akibat Melebihi Kewajiban DMO

PTBA mengalami kerugian potensial Rp14,5 triliun sejak 2018 hingga 2025 akibat memenuhi kewajiban pasokan batu bara domestik di atas batas wajib.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
PTBA Rugi Rp14,5 Triliun Akibat Melebihi Kewajiban DMO📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan bahwa realisasi pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri selama periode 2018 hingga 2025 jauh melampaui ketentuan wajib, mencapai lebih dari 54% dari total produksi tahunan. Angka ini dua kali lipat dari ambang batas minimum yang ditetapkan pemerintah sebesar 25% melalui Peraturan Menteri. Pemenuhan kewajiban tersebut, meski menjadi bagian dari tanggung jawab nasional, menimbulkan dampak finansial signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa kelebihan realisasi DMO (Domestic Market Obligation) telah menyebabkan penurunan laba kumulatif sebesar Rp14,5 triliun selama delapan tahun terakhir. Ia menyampaikan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, menekankan bahwa perusahaan telah konsisten melaksanakan kewajiban lebih tinggi dari yang diatur, meski tidak mendapatkan kompensasi sesuai tingkat beban.

Hingga Agustus 2026, PTBA telah menyalurkan 12,8 juta ton batu bara untuk kebutuhan domestik, setara dengan 45% dari total produksi tahunan. Porsi tersebut meningkat menjadi 51% pada Semester I-2026, dengan alokasi utama untuk PLN, pembangkit mulut tambang, serta sektor industri seperti pupuk dan semen. Sementara itu, penjualan ekspor mencapai 49% dari total volume, dengan pasar utama di Vietnam, Bangladesh, Kamboja, dan India.

Perusahaan menyampaikan bahwa keterbatasan cadangan, hanya 2,88 miliar ton atau 9,01% dari cadangan nasional, memperberat beban operasional. Dengan tingkat produksi di urutan kelima nasional, PTBA menjadi satu-satunya pelaku yang secara konsisten menyerap beban DMO lebih tinggi dibandingkan kompetitor lain. Perusahaan meminta pemerintah untuk menerapkan kebijakan DMO yang lebih adil, sehingga beban nasional tidak hanya ditanggung oleh satu perusahaan.

Pada Semester I-2026, PTBA memproduksi 19,45 juta ton batu bara dan mencatatkan penjualan total sebesar 21,1 juta ton. Pendapatan perusahaan mencapai Rp22,03 triliun, tumbuh 8% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan melonjak 218% menjadi Rp2,65 triliun, didorong oleh pemulihan operasional kuartal II dan kenaikan harga batu bara global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya