Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rano Ajak Raja dan Sultan Nusantara Rayakan HUT Jakarta ke-500

Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, mengundang para pemimpin adat dari seluruh Nusantara untuk merayakan ulang tahun Jakarta ke-500 pada 2027 sebagai bentuk pengakuan terhadap keragaman budaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.10 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 125x dibuka
Rano Ajak Raja dan Sultan Nusantara Rayakan HUT Jakarta ke-500📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjaga keberagaman budaya sebagai fondasi identitas Ibu Kota. Pernyataan itu disampaikannya saat hadir dalam perayaan Karnaval Sarendo-Rendo di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/10). Ia menyampaikan bahwa perayaan ulang tahun Jakarta yang jatuh pada 2027 akan menjadi momen penting untuk mengundang kembali para raja dan sultan dari berbagai wilayah di Nusantara.

Rano menekankan bahwa Jakarta bukan hanya milik satu etnis atau budaya, melainkan ruang bersama bagi berbagai suku, bahasa, dan tradisi, termasuk Betawi, Jawa, Bugis, Tionghoa, Ambon, Bali, dan lainnya. Ia menilai keberagaman ini bukan sekadar fakta, melainkan kekuatan yang harus dilestarikan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Upaya pelestarian budaya, menurutnya, harus berjalan seiring dengan transformasi Jakarta sebagai kota global yang inklusif.

Kegiatan Sarendo-Rendo, yang berarti berjalan bersama dalam rombongan, menjadi simbol persatuan dalam keragaman. Melalui pawai budaya yang dihelat di dua hari berturut-turut—17 dan 18 Oktober 2026—para sanggar seni dari berbagai daerah turut serta dalam prosesi yang dimulai dari Lapangan Banteng dan berakhir di Bundaran HI. Acara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional, dengan melibatkan sekitar seratus perwakilan raja dan sultan dari berbagai kerajaan Nusantara melalui Forum Silaturahmi Keraton Nusantara.

Tujuan utama dari undangan tersebut adalah memperkuat hubungan antarbudaya dan menegaskan bahwa keberadaan kerajaan-kerajaan tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan bangsa. Rano menegaskan bahwa perayaan 500 tahun Jakarta bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan sejarah kolektif dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kekayaan budaya lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya