Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Razia Malam di PIK dan Jaktim, Sembilan Orang Diamankan karena Positif Narkoba

Operasi gabungan di dua kawasan Jakarta mengamankan sembilan orang yang positif mengonsumsi etomidate dan amfetamin dalam tempat hiburan malam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
Razia Malam di PIK dan Jaktim, Sembilan Orang Diamankan karena Positif Narkoba📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Tim gabungan dari Bareskrim Polri, BNN RI, Divpropam Polri, dan Korsabhara Baharkam Polri melakukan penggeledahan mendadak di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta pada dini hari Minggu, 18 Oktober 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkotika dan obat terlarang di area publik yang kerap menjadi titik rawan penyalahgunaan zat terlarang. Operasi berlangsung secara serentak di dua klaster, yakni kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Jakarta Timur, dengan pendekatan pengawasan menyeluruh terhadap pengunjung dan area penyimpanan barang berbahaya.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggeledahan badan hingga inspeksi area yang diduga digunakan untuk menyimpan narkoba. Hasilnya, sembilan orang ditemukan positif menggunakan zat terlarang setelah dilakukan tes urine. Enam dari mereka diamankan di klaster PIK, sementara tiga lainnya ditemukan di wilayah Jakarta Timur. Semua yang terjaring merupakan pengunjung tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin usaha resmi.

Kepala Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, AKBP Ivan Adhitira, menyatakan bahwa hasil tes menunjukkan adanya penyalahgunaan etomidate dan amfetamin, termasuk sabu. Ia menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penegakan hukum semata, tetapi juga bentuk pencegahan terhadap penyebaran narkoba di lingkungan sosial yang rentan. Dengan pendekatan tegas dan terukur, pihak kepolisian berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan hiburan malam.

Hasil operasi ini menunjukkan tingginya potensi penyalahgunaan zat terlarang di tempat hiburan malam yang tidak terkendali. Kegiatan razia juga menjadi peringatan bagi pelaku usaha yang belum memiliki izin serta pengunjung yang mengabaikan risiko kesehatan dan hukum. Dengan penegakan hukum yang terus dilakukan, pihak kepolisian berharap dapat menurunkan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat, khususnya di area perkotaan yang padat aktivitas malam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya