Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Realisasi KUR Capai Rp260 Triliun, Fokus Dorong Sektor Produktif

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat hingga Oktober 2026 tembus Rp260 triliun untuk 4 juta debitur, dengan 65,9 persen ditempatkan pada sektor produksi, melampaui target pemerintah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
Realisasi KUR Capai Rp260 Triliun, Fokus Dorong Sektor Produktif📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada periode Januari hingga 21 Oktober 2026 telah mencapai sekitar Rp260 triliun, menjangkau sekitar 4 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,6 juta debitur baru telah terakomodasi, sementara 700 ribu debitur lainnya berhasil menyelesaikan program dan dinyatakan sebagai debitur graduasi. Angka ini merupakan bagian dari total alokasi pembiayaan untuk UMKM nasional yang diperkirakan mencapai Rp1.500 triliun, dengan porsi KUR yang ditargetkan sebesar Rp290 triliun hingga Rp300 triliun.

Pemerintah menekankan pentingnya penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, pengolahan, serta jasa yang mendorong nilai tambah. Dalam hal ini, pemerintah menetapkan target minimal 65 persen dari total alokasi KUR harus disalurkan ke sektor produksi. Hingga akhir Oktober, pencapaian realisasi penyaluran di sektor tersebut telah mencapai 65,9 persen, setara dengan Rp170,9 triliun, melampaui target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan yang mengarahkan dana subsidi ke aktivitas ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas.

Selain penyaluran pembiayaan, kementerian juga terus memperkuat ekosistem UMKM melalui penguatan legalitas dan sertifikasi. Hingga September 2026, telah terbit 17,63 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha. Di bidang perlindungan produk, penerbitan sertifikasi halal mencapai 4,4 juta unit, sertifikasi merek sebanyak 63.820 ribu, serta sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) sebanyak 628.948. Program SNI Bina UMKM juga telah menjangkau lebih dari 1,081 juta pelaku usaha, mendukung standarisasi dan daya saing produk lokal.

Untuk mendorong transformasi ekonomi dari penerima bantuan sosial ke usaha mandiri, Kementerian UMKM meluncurkan program LAKSMI yang menjadi wadah integrasi pelatihan dan pendampingan bagi penerima bantuan sosial. Program ini bertujuan membina mereka menjadi pengusaha mikro yang mandiri dan berkelanjutan. Dalam satu bulan terakhir saja, lebih dari 2,25 juta peserta telah terlibat dalam berbagai sesi pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan secara nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya