Realisasi KUR Capai Rp260 Triliun, Fokus Dorong Sektor Produktif
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat hingga Oktober 2026 tembus Rp260 triliun untuk 4 juta debitur, dengan 65,9 persen ditempatkan pada sektor produksi, melampaui target pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada periode Januari hingga 21 Oktober 2026 telah mencapai sekitar Rp260 triliun, menjangkau sekitar 4 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,6 juta debitur baru telah terakomodasi, sementara 700 ribu debitur lainnya berhasil menyelesaikan program dan dinyatakan sebagai debitur graduasi. Angka ini merupakan bagian dari total alokasi pembiayaan untuk UMKM nasional yang diperkirakan mencapai Rp1.500 triliun, dengan porsi KUR yang ditargetkan sebesar Rp290 triliun hingga Rp300 triliun.
Pemerintah menekankan pentingnya penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, pengolahan, serta jasa yang mendorong nilai tambah. Dalam hal ini, pemerintah menetapkan target minimal 65 persen dari total alokasi KUR harus disalurkan ke sektor produksi. Hingga akhir Oktober, pencapaian realisasi penyaluran di sektor tersebut telah mencapai 65,9 persen, setara dengan Rp170,9 triliun, melampaui target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan yang mengarahkan dana subsidi ke aktivitas ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas.
Selain penyaluran pembiayaan, kementerian juga terus memperkuat ekosistem UMKM melalui penguatan legalitas dan sertifikasi. Hingga September 2026, telah terbit 17,63 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha. Di bidang perlindungan produk, penerbitan sertifikasi halal mencapai 4,4 juta unit, sertifikasi merek sebanyak 63.820 ribu, serta sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) sebanyak 628.948. Program SNI Bina UMKM juga telah menjangkau lebih dari 1,081 juta pelaku usaha, mendukung standarisasi dan daya saing produk lokal.
Untuk mendorong transformasi ekonomi dari penerima bantuan sosial ke usaha mandiri, Kementerian UMKM meluncurkan program LAKSMI yang menjadi wadah integrasi pelatihan dan pendampingan bagi penerima bantuan sosial. Program ini bertujuan membina mereka menjadi pengusaha mikro yang mandiri dan berkelanjutan. Dalam satu bulan terakhir saja, lebih dari 2,25 juta peserta telah terlibat dalam berbagai sesi pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan secara nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

