Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Red Sonja Si Pengembara Berdarah Mengguncang Kekerasan

Film Red Sonja tayang perdana di Bioskop Trans TV, 17 Oktober 2026, mengisahkan perjuangan seorang wanita bertahan hidup dan melawan tirani melalui keberanian dan strategi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
Red Sonja Si Pengembara Berdarah Mengguncang Kekerasan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Malam ini, Sabtu 17 Oktober 2026, Bioskop Trans TV menghadirkan film Red Sonja (2025) dalam tayangan perdana pada pukul 20.15 WIB. Dibintangi Matilda Lutz, karya ini menggambarkan petualangan seorang wanita barbar yang bertransformasi dari korban menjadi pelindung rakyat. Kisah berawal dari invasi brutal terhadap tanah kelahirannya, Hyrkania, yang menyebabkan hancurnya desa dan nyawa hampir seluruh penduduk. Sonja, satu-satunya yang selamat, terpaksa melarikan diri ke hutan belantara, tempat ia bertahan hidup sambil memelihara ingatan akan bangsanya dan berdoa kepada dewi hutan Ashera.

Tahun berlalu, kehidupan damai di hutan terganggu oleh aktivitas kekejaman para pemburu yang menangkap hewan langka untuk diseret ke arena gladiator sebagai hiburan bagi Kaisar Dragan. Tidak terima dengan praktik kejam itu, Sonja menyerang pasukan pemburu saat Dragan sedang meninjau hasil tangkapan. Aksi spontannya gagal karena ditembak jatuh oleh Jenderal Karlak, lalu ditangkap dan dibawa ke ibu kota untuk diperlombakan di arena mematikan. Di sana, ia mengetahui bahwa Dragan memiliki separuh buku kuno Hyrkania yang berisi pengetahuan sains dan kekuatan gaib, dan ia percaya bahwa Sonja memiliki petunjuk lokasi sisa buku tersebut.

Dalam pertarungan yang mematikan, Sonja dipaksa melawan cyclops—makhluk bermata satu yang dikendalikan secara paksa oleh perangkat ciptaan Dragan. Dengan kecerdikan dan keberanian, ia berhasil mencabut alat pengendali dan meyakinkan makhluk itu bahwa musuh sejatinya adalah Dragan. Dalam kekacauan, cyclops melawan sang kaisar, membuka peluang bagi Sonja dan para budak untuk melarikan diri. Mereka melarikan diri menuju pegunungan, tetapi terus dikejar oleh pasukan Dragan dan Annisia, seorang permaisuri yang mematikan dan mengidap skizofrenia.

Drakan menjanjikan pernikahan kepada Annisia jika ia berhasil membawa kepala Sonja, memperkuat ancaman bagi pelarian mereka. Namun, Sonja tidak hanya bertahan, ia menyusun strategi untuk menghancurkan sumber energi utama Dragan di ibu kota. Dengan keberhasilannya, ia memicu kekacauan yang memungkinkan kelompoknya kabur. Film ini menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan hanya dari fisik, tetapi dari tekad, keberanian, dan kemampuan membangun solidaritas di tengah kekejaman. Penonton disuguhkan kisah heroik yang mengeksplorasi konflik antara tirani dan kebebasan melalui narasi yang intens dan penuh aksi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya