Rupiah Melemah Akibat Tekanan Geopolitik dan Harga Minyak
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipicu kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah yang mempertahankan harga minyak di atas US$100 per barel, memperkuat tekanan inflasi global dan fiskal.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami penurunan signifikan pada Senin (21/9), mencapai level Rp17.847 per dolar AS, melemah 0,50 persen atau 89 poin dari posisi sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang tetap berada di atas US$100 per barel, akibat ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah. Kondisi tersebut memperbesar risiko inflasi global dan menambah tekanan terhadap outlook fiskal negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menegaskan bahwa pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor eksternal tersebut. Selain itu, permintaan valas dari importir dan arus keluar modal dari portofolio aset domestik turut memperkuat tekanan terhadap nilai tukar. Ia menekankan bahwa pergerakan rupiah tetap dalam koridor fundamental ekonomi nasional.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI memperkuat strategi operasi moneter dengan pendekatan pro-market, termasuk pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang. Langkah-langkah stabilisasi dilakukan melalui transaksi swap lindung nilai dengan insentif, serta intervensi berkelanjutan di pasar offshore lewat Non-Deliverable Forward (NDF), pasar domestik melalui transaksi spot dan DNDF, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan korporasi dan pelaku pasar guna mendorong masuknya modal asing dan diversifikasi permintaan valas melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Secara keseluruhan, pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren mata uang kawasan, dengan penguatan kumulatif sebesar 0,37 persen sejak awal kuartal. Cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 juga mencatatkan peningkatan ke level US$146,5 miliar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Pembayaran cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih senilai Rp37 triliun ditunda karena belum menerima tagihan resmi dari Himbara dan kelengkapan administrasi belum selesai.
21 September 2026

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Saham BYAN turun 5,06% ke level Rp13.125 meski tiga anak usahanya resmi mendapat revisi RKAB 2026 dari Kementerian ESDM dengan tambahan kuota produksi 15–20 juta ton.
21 September 2026

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Bursa Efek Indonesia resmi menurunkan batas harga terendah saham dari Rp50 menjadi Rp1, berlaku mulai 28 September 2026, untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar.
21 September 2026

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) resmi menunjuk Romy Bareno, putra jurnalis Karni Ilyas, sebagai komisaris independen sejak 16 September 2026.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

Dokumenter 'Skenario Sang Jenderal' Ungkap Rekayasa Pembunuhan Brigadir J
Senin, 21 September 2026, 23.12 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Taktik dan Kualitas di Semifinal Dunia 2026
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia Usai Tundukkan Inggris
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

Tuchel Pertahankan Keputusan Pemain Meski Inggris Gagal ke Final
Senin, 21 September 2026, 23.11 WITA

