Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS

Rupiah turun ke level Rp17.694 per dolar AS pada Selasa (15/9), tertekan oleh penguatan dolar AS dan faktor eksternal seperti kenaikan imbal hasil obligasi AS serta ketegangan di Timur Tengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore hari berada di posisi Rp17.694 per dolar AS, mengalami depresiasi sebesar 25 poin atau 0,14 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang domestik yang berlangsung secara luas di kawasan Asia.

Kinerja rupiah sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang kawasan, termasuk yuan China yang turun 0,06 persen, ringgit Malaysia melemah 0,16 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,18 persen, dan yen Jepang terdepresiasi 0,39 persen. Sementara itu, won Korea Selatan mengalami penurunan signifikan 1,08 persen, meski peso Filipina sedikit menguat 0,04 persen dan dolar Hong Kong bergerak stabil.

Di pasar global, mata uang negara maju menunjukkan pergerakan bervariasi. Euro Eropa dan poundsterling Inggris masing-masing melemah 0,12 persen dan 0,19 persen, sementara dolar Australia terkoreksi 0,19 persen. Dolar Kanada juga turun tipis 0,01 persen, namun franc Swiss justru menguat 0,05 persen terhadap dolar AS.

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyebut bahwa tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor eksternal yang mendominasi pasar. Ia menyoroti kenaikan indeks dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta fluktuasi harga minyak dunia akibat eskalasi di wilayah Timur Tengah. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga dan sikap hawkish The Fed dalam rapat kebijakan mendatang turut memperkuat dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya