Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.900 Jelang Akhir Pekan
Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp17.900 per dolar AS pada Jumat pagi, didorong sentimen positif dari pelemahan indeks dolar AS dan meredanya imbal hasil obligasi AS.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (9/10) pagi berada di posisi Rp17.900 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan kenaikan kecil yang terjadi di tengah koreksi global terhadap dolar AS, terutama di kawasan Asia. Mata uang negara-negara Asia seperti yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yen Jepang juga menunjukkan penguatan, meski dalam angka kecil.
Sementara itu, dolar Hong Kong stagnan, sedangkan won Korea Selatan melemah tipis 0,03 persen. Di pasar mata uang utama negara maju, euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss semua menguat terhadap dolar AS, menunjukkan kenaikan umum terhadap aset global yang dianggap lebih aman. Penguatan ini didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan melemahnya indeks dolar AS, yang menjadi acuan utama pergerakan mata uang global.
Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 pada hari ini. Ia menilai sentimen positif dari perkembangan diplomasi Timur Tengah, terutama setelah adanya sinyal positif dari Presiden AS Donald Trump terkait perundingan dengan Iran, turut mendukung kepercayaan pasar. Harapan akan penyelesaian konflik tersebut mengurangi risiko geopolitik, yang pada gilirannya menopang kenaikan mata uang negara berkembang.
Di dalam negeri, pasar juga menantikan rilis data penjualan ritel bulan Agustus, yang dinilai akan menjadi indikator kuat terhadap kondisi permintaan domestik. Kombinasi dari sentimen global yang lebih stabil dan data ekonomi domestik yang menjanjikan diyakini akan menjadi pendorong utama bagi rupiah dalam pergerakan hari ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Realisasi penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp1,607 triliun, tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya, didorong efektivitas sistem Coretax dan kenaikan aktivitas ekonomi.
9 Oktober 2026

PNBP Capai 107,2% Target, Didorong Surplus BI dan Penindakan Hutan
Setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2026 sudah melampaui target nasional sebesar 107,2%, didukung oleh surplus Bank Indonesia dan hasil penindakan Satgas PKH.
9 Oktober 2026

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik
Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.
9 Oktober 2026

Pajak Rokok Dialokasikan untuk Penegakan Hukum Bea dan Cukai
Pemerintah resmi mengalokasikan 2,5% penerimaan pajak rokok untuk penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan PMK 70/2026.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

