Rupiah Terjaga di Rp17.940, Kemenkeu Jaga Daya Tarik SBN
Kemenkeu mempertahankan nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.940/US$ melalui penguatan imbal hasil surat berharga negara dan penempatan dana global ke cadangan devisa.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan pertama Oktober 2026, menutup sesi di level Rp17.940 per dolar AS, menunjukkan koreksi dari penguatan sebelumnya. Penurunan sebesar 0,39% ini mengikuti tren penguatan dolar AS di pasar global, yang didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan sentimen geopolitik terkait ketegangan AS-Israel dengan Iran. Indeks dolar AS (DXY) mencatat kenaikan 0,23% ke posisi 101,678, mencerminkan permintaan tinggi terhadap aset berdenominasi dolar.
Upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dilakukan melalui strategi peningkatan daya tarik Surat Berharga Negara (SBN), khususnya melalui penerbitan instrumen global seperti Global Bonds dan Panda Bonds. Hasil dari penerbitan tersebut dialokasikan ke Bank Indonesia sebagai cadangan devisa, yang kemudian digunakan untuk intervensi pasar jika terjadi tekanan besar terhadap rupiah. Menurut pejabat Kemenkeu, langkah ini menjadi bagian penting dari koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Kepemimpinan fiskal yang konsisten dan kredibel menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan investor. Dengan menjaga keseimbangan anggaran dan transparansi kebijakan, pemerintah berupaya mempertahankan minat asing terhadap instrumen SBN sebagai salah satu pilar utama masuknya modal asing. Penguatan imbal hasil SBN, khususnya dalam mata uang asing, menjadi alat efektif untuk menarik aliran modal pendek dan menengah ke pasar keuangan dalam negeri.
Penguatan cadangan devisa dari hasil penerbitan surat utang internasional tidak hanya memperkuat posisi likuiditas negara, tetapi juga memberi ruang gerak bagi Bank Indonesia dalam melakukan intervensi pasar secara optimal. Dengan demikian, nilai tukar rupiah dapat tetap stabil meski di tengah volatilitas global. Kemenkeu menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya respons jangka pendek, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
BRI meluncurkan BRImo Junior sebagai layanan perbankan digital khusus anak usia hingga 17 tahun dengan pendampingan orang tua.
3 Oktober 2026

Vietnam Catat Pertumbuhan Ekonomi 9,95% di Kuartal III, Tertinggi Sejak Pandemi
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026, didorong ekspor kuat dan investasi, meski defisit perdagangan mencatat rekor dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
3 Oktober 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Meski IHSG Melemah
IHSG turun 1,02% ke level 6.009,50 pada Kamis (1/10/2026), didukung aksi jual asing bersih Rp241,86 miliar, namun sejumlah emiten justru diserbu investor asing.
3 Oktober 2026

Pemungutan PPN Digital Luar Negeri Resmi Berlaku Mulai 25 September 2026
Pemerintah resmi menerapkan sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri mulai 25 September 2026 melalui mekanisme yang melibatkan enam lembaga keuangan utama dan LinkAja sebagai pemungut pajak.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

B50 Bukan Sekadar Nama Produk, Tapi Standar Kualitas Baru
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan AI Usai Insiden Keamanan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.10 WITA

Ledakan Kecerdasan AI Dikhawatirkan, Para Ahli Minta Langkah Cepat
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

XLSmart Perluas Jaringan 5G ke 101 Kota dengan Tambahan Spektrum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

China Menarik Peneliti AI Global, Ungguli AS dalam Rekrutmen Ahli
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.08 WITA

Ponsel Minimalis Tanpa Medsos untuk Bebas Doomscrolling
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

