Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Terus Melemah ke Rp17.830 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah menguat melemah 0,56% menjadi Rp17.830 per dolar AS pada awal pekan, didorong tekanan eksternal dari konflik Timur Tengah dan kenaikan imbal hasil obligasi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.35 WITA·👁 4 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
Rupiah Terus Melemah ke Rp17.830 per Dolar AS📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada perdagangan awal pekan ini, mata uang rupiah kembali menunjukkan tekanan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Pada pukul 13.08 WIB, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp17.830 per dolar AS, melemah 0,56% dibandingkan posisi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi setelah rupiah dibuka pada level Rp17.780, menunjukkan tekanan jual yang konsisten sepanjang hari.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang lokal. Serangan yang dilancarkan kelompok Houthi Yaman terhadap lokasi strategis di Riyadh, Arab Saudi, memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Di sisi lain, pergeseran retorika antara Iran dan AS juga turut menambah volatilitas di pasar keuangan internasional.

Di tengah kondisi tersebut, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,09% ke level 100,334, yang mencerminkan permintaan terhadap dolar sebagai aset pelindung. Kenaikan imbal hasil obligasi global juga memperkuat daya tarik dolar, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Meskipun harga minyak mentah AS turun 1,58% pada akhir pekan sebelumnya, perkembangan terkini di Timur Tengah berpotensi mengubah dinamika pasar energi dalam waktu dekat. Kombinasi faktor eksternal ini diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan, terutama jika ketegangan regional tidak segera mereda.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya