Trump Usulkan Nama Baru untuk AI, Dorong Publik Pilih Nama Terbaik
Presiden AS Donald Trump mengusulkan penggantian istilah "Artificial Intelligence" dengan nama seperti Superior Intelligence dan Extreme Intelligence, sekaligus memicu polling publik untuk menentukan nama terbaik.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Donald Trump mengajukan rencana perubahan istilah teknologi kecerdasan buatan dengan mengusulkan tiga alternatif baru: Superior Intelligence (SI), Extreme Intelligence (EI), dan Supreme Intelligence (SI). Dalam unggahan di akun media sosial miliknya, Trump menyampaikan bahwa istilah "Artificial Intelligence" dianggap kurang representatif dan terlalu kaku oleh sebagian besar masyarakat. Ia menilai bahwa nama-nama baru tersebut lebih mencerminkan potensi dan dampak revolusioner dari teknologi yang sedang berkembang pesat.
Pemilihan nama tersebut dilakukan melalui polling daring yang dihadirkan di platform Truth Social. Meski tiga opsi awal disediakan, Trump kemudian memutuskan untuk menyingkirkan "Supreme Intelligence", menyisakan dua kandidat utama. Berdasarkan pemantauan pada Senin (21/9), "Extreme Intelligence" berhasil meraih dukungan terbesar dengan perolehan suara sebesar 50,2 persen, menunjukkan preferensi publik terhadap nama yang dianggap lebih menekankan kekuatan dan intensitas teknologi tersebut.
Trump menegaskan bahwa polling ini merupakan bentuk partisipasi publik dalam membentuk narasi teknologi masa depan. Ia menyampaikan bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap AI dinilainya sebagai "hoaks" yang berlebihan, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap percepatan inovasi tanpa regulasi yang menghambat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintahannya dalam mempercepat adopsi AI, termasuk rencana pertemuan dengan pemimpin perusahaan teknologi besar.
Namun, di tengah dinamika tersebut, muncul perbedaan pandangan dari kalangan ilmuwan dan pemimpin teknologi. CEO Anthropic, Dario Amodei, serta Sam Altman, CEO OpenAI, menyatakan perlunya pelambatan pengembangan AI demi mencegah risiko serius, termasuk ancaman terhadap keamanan manusia. Sementara itu, Gubernur California, Gavin Newsom, telah menerbitkan perintah eksekutif untuk membentuk tim khusus pengawasan keselamatan AI, menunjukkan kecenderungan regulasi yang lebih ketat di tingkat negara bagian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Huawei MatePad Air 2026 Hadir di Indonesia, Teknologi dan Desain Unggulan
Tablet terbaru Huawei dengan desain ultra-tipis dan layar OLED 2.8K resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp13,999 juta.
21 September 2026

PT Nations Petroleum Kelola Blok Natuna D-Alpha dengan Teknologi Modern
Pemerintah menyerahkan pengelolaan blok gas Natuna D-Alpha kepada PT Nations Petroleum setelah lelang resmi, dengan target pengembangan berbasis teknologi terkini untuk mengatasi kandungan CO2 tinggi.
21 September 2026

Trump Dorong Pengembangan AI, Bentuk Satuan Khusus di Pemerintahan
Presiden AS Donald Trump menegaskan komitmen melindungi dan mempercepat pertumbuhan kecerdasan buatan dengan membentuk AI Force dan menolak regulasi ketat, meski ada kekhawatiran risiko teknologi.
21 September 2026

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Badan Gizi Nasional menghentikan pegawai SPPG Bantul yang diduga meledek siswi korban keracunan MBG, sebagai bentuk penegakan etika dan tanggung jawab komunikasi publik.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

