Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham BYAN Anjlok 35,02%, Pasar Goyang Imbas Isu Akuisisi

Penurunan harga saham BYAN sebesar 35,02% mencatat kerugian pasar Rp374,17 triliun akibat spekulasi akuisisi yang dibantah oleh pihak terkait.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Saham BYAN Anjlok 35,02%, Pasar Goyang Imbas Isu Akuisisi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin (14/9/2026), merosot 9,11% ke level Rp11.225 per saham pada pukul 09.57 WIB. Penurunan ini turut memperkecil kapitalisasi pasar perseroan menjadi sekitar Rp374,17 triliun, menunjukkan penurunan nilai pasar sebesar 35,02% dibandingkan puncaknya pada 18 Agustus 2026. Saat itu, saham BYAN sempat mencapai Rp17.275 per saham, dengan nilai pasar mencapai Rp575,83 triliun, sehingga total kerugian pasar mencapai sekitar Rp201,66 triliun dalam rentang waktu tersebut.

Isu yang memicu volatilitas pasar berasal dari beredarnya informasi bahwa 62,2% saham BYAN akan diakuisisi oleh pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Informasi tersebut muncul ketika data kepemilikan saham per 31 Agustus 2026 menunjukkan Dato' Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, menguasai 40,251% dan 22,002% saham masing-masing, total 62,253%, sangat dekat dengan angka yang beredar. Meski demikian, perusahaan membantah adanya rencana akuisisi.

Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, menyatakan secara resmi bahwa perusahaan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham. Ia menegaskan bahwa meskipun pemegang saham pengendali mempertimbangkan berbagai peluang untuk memaksimalkan investasi, tidak ada keputusan formal atau informasi material yang telah disampaikan kepada manajemen. Pernyataan ini disampaikan melalui keterbukaan informasi yang diajukan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Agustus 2026.

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten terafiliasi Haji Isam, juga angkat bicara. Dalam klarifikasi resmi kepada bursa, perusahaan menyatakan tidak memiliki rencana akuisisi saham BYAN. Penegasan ini berlaku untuk seluruh grup perseroan hingga tanggal pengajuan surat klarifikasi. JARR menegaskan bahwa hingga saat ini tidak menerima informasi, konfirmasi, atau fakta material apapun terkait rencana akuisisi atas BYAN, baik dari pemegang saham pengendali maupun pihak yang berkepentingan secara langsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya