Saham GOTO Melonjak ke Rp30 Setelah Tekanan Berkepanjangan
Setelah empat hari tertekan, saham GOTO rebound ke Rp30 per saham dengan aktivitas perdagangan tinggi dan analis menilai valuasi kini menarik karena perusahaan sudah profitable.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hari kelima setelah pembukaan batas harga minimum Rp50 atau yang dikenal sebagai "gembok gocap", saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan pergerakan positif signifikan. Pada sesi I, harga saham sempat berada di level Rp27, namun pada sesi II menguat tajam hingga mencapai Rp30 per saham, atau naik 7,14% dalam waktu singkat. Volume perdagangan hingga siang ini mencapai 82,27 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,23 triliun, mencatatkan aktivitas paling tinggi dalam lima hari terakhir.
Kenaikan harga ini didukung oleh tingginya minat beli dari investor, yang terlihat dari frekuensi perdagangan mencapai 132,3 ribu kali. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai menilai ulang nilai saham GOTO setelah sebelumnya mengalami tekanan berkepanjangan. Meski volume besar belum menjamin arah pergerakan berikutnya, pergerakan ini menjadi indikasi bahwa harga saat ini telah mencerminkan diskon yang dalam terhadap fundamental perusahaan.
Analis Kafi Ananta dari BRI Danareksa Sekuritas menyatakan bahwa saham GOTO kini berada di level valuasi yang menarik, bahkan berada di bawah satu kali nilai buku (price-to-book value). Ia menekankan bahwa perusahaan telah mencatatkan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, termasuk laba Rp252 miliar pada kuartal II 2026, meningkat 47% dari kuartal sebelumnya. Pendapatan bersih juga tumbuh 31% tahunan mencapai Rp5,7 triliun, sementara EBITDA disesuaikan melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya.
Kafi menilai bahwa tekanan jual yang mulai mereda menandakan bahwa pasar mulai menyadari bahwa harga saham belum mencerminkan kinerja operasional yang membaik. Ia menekankan bahwa kondisi saat ini menjadi momen penting untuk menilai apakah diskon harga masih selaras dengan perkembangan fundamental perusahaan. Selain itu, perusahaan memiliki izin buyback senilai maksimal Rp3,5 triliun hingga Juni 2027, yang dapat menjadi alat untuk menopang harga dan menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap nilai perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
BRI meluncurkan BRImo Junior sebagai layanan perbankan digital khusus anak usia hingga 17 tahun dengan pendampingan orang tua.
3 Oktober 2026

Vietnam Catat Pertumbuhan Ekonomi 9,95% di Kuartal III, Tertinggi Sejak Pandemi
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026, didorong ekspor kuat dan investasi, meski defisit perdagangan mencatat rekor dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
3 Oktober 2026

Asing Borong 10 Saham Unggulan Meski IHSG Melemah
IHSG turun 1,02% ke level 6.009,50 pada Kamis (1/10/2026), didukung aksi jual asing bersih Rp241,86 miliar, namun sejumlah emiten justru diserbu investor asing.
3 Oktober 2026

Pemungutan PPN Digital Luar Negeri Resmi Berlaku Mulai 25 September 2026
Pemerintah resmi menerapkan sistem pemungutan PPN atas transaksi digital luar negeri mulai 25 September 2026 melalui mekanisme yang melibatkan enam lembaga keuangan utama dan LinkAja sebagai pemungut pajak.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

B50 Bukan Sekadar Nama Produk, Tapi Standar Kualitas Baru
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan AI Usai Insiden Keamanan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.10 WITA

Ledakan Kecerdasan AI Dikhawatirkan, Para Ahli Minta Langkah Cepat
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

XLSmart Perluas Jaringan 5G ke 101 Kota dengan Tambahan Spektrum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

China Menarik Peneliti AI Global, Ungguli AS dalam Rekrutmen Ahli
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.08 WITA

Ponsel Minimalis Tanpa Medsos untuk Bebas Doomscrolling
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

