Satelit Ungkap Dampak Banjir Bandang Nepal Setelah Gletser Runtuh
Gambar satelit terbaru menunjukkan kerusakan luas akibat banjir bandang di Sungai Trishuli, Nepal, yang menewaskan 586 orang dan membuat 2.400 orang hilang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Satelit telah mengamati perubahan signifikan pada wilayah Sungai Trishuli di Nepal setelah bencana banjir bandang yang dipicu longsor gletser di kawasan Himalaya. Gambar yang diambil sebelum dan sesudah kejadian mengungkapkan perubahan ekstrem pada aliran sungai dan penumpukan material di sepanjang lembah, menandakan dampak fisik yang mendalam terhadap lingkungan sekitar.
Bencana ini telah merenggut nyawa setidaknya 586 warga, sementara lebih dari 2.400 orang masih belum ditemukan. Kepala dinas bencana lokal menyatakan bahwa sekitar 90.000 penduduk terdampak secara langsung, dengan banyak rumah dan infrastruktur hancur akibat arus deras yang membawa batu, kayu, dan tanah dari lereng gunung.
Akses jalan menuju daerah terdampak terganggu parah akibat meluapnya danau yang terbentuk dari penumpukan air dan material longsor. Kendala ini menghambat distribusi bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan peralatan medis, sehingga upaya penanganan darurat terus menghadapi tantangan logistik yang tinggi.
Tim evakuasi dan relawan masih terus bergerak menyisir area rawan, sementara pemerintah setempat memperkirakan pemulihan total akan memakan waktu berbulan-bulan. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa perubahan iklim dan pencairan gletser yang mempercepat menjadi faktor utama munculnya bencana ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

