Gelombang Aksi Massa Guncang Eropa, Bentrokan dan Kebakaran Terjadi
Aksi protes meluas di Prancis, Albania, Spanyol, dan Italia pada Sabtu (24/10/2026), dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup, berujung pada bentrokan dengan kepolisian dan kebakaran di jalanan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gelombang demonstrasi besar melanda sejumlah kota di Eropa pada Sabtu (24/10/2026), menunjukkan ketegangan sosial yang memuncak di beberapa negara. Aksi yang berlangsung di Paris, Marseille, Lyon, Tirana, serta kota-kota lainnya disertai perlawanan terhadap kebijakan pemerintah, dengan massa menggunakan cara-cara ekstrem seperti penjarahan dan pembakaran kendaraan. Kondisi memburuk saat aparat keamanan mengerahkan alat berat seperti meriam air untuk menanggulangi kerusuhan.
Di Prancis, aksi protes merupakan bagian dari gelombang nasional yang dipimpin oleh gerakan Rompi Kuning, menarik partisipasi dari serikat pekerja, pelajar menengah, hingga mahasiswa. Mereka menuntut kebijakan ekonomi yang lebih adil, khususnya terkait kenaikan harga bahan bakar yang dianggap memberatkan masyarakat menengah dan bawah. Aksi tersebut berlangsung secara terkoordinasi dan menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas kota.
Di Albania, demonstrasi di ibu kota Tirana juga berakhir dengan bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan. Mahasiswa menjadi aktor utama dalam aksi tersebut, menuntut transparansi dan reformasi sistem pemerintahan yang dianggap korup. Aparat merespons dengan penggunaan meriam air untuk membubarkan massa, tetapi tindakan tersebut justru memperparah eskalasi kekerasan.
Kerusuhan yang melanda beberapa negara Eropa menunjukkan kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas sosial, terutama di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat. Aksi protes bukan sekadar reaksi terhadap kebijakan tertentu, melainkan ekspresi dari kekecewaan luas terhadap ketimpangan ekonomi dan kurangnya respons pemerintah terhadap keluhan rakyat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

