Satgas Baru Tumpas Penyelundupan Benih Lobster
Pemerintah bentuk satgas khusus untuk hentikan penyelundupan benih lobster yang merugikan negara hingga Rp40 triliun per tahun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi meluncurkan Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster Keluar Negeri Secara Ilegal (Satgas P2BBL) sebagai respons atas kerugian ekonomi besar akibat penyelundupan sumber daya laut. Dengan berbasis pada Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2026, satgas ini menjadi alat strategis untuk memperkuat penegakan hukum melalui koordinasi lintas sektor, termasuk kementerian, lembaga negara, dan aparat penegak hukum. Langkah ini menandai komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan nasional.
Kerugian yang ditimbulkan dari praktik ilegal ini mencapai Rp40 triliun per tahun, berasal dari potensi ekonomi yang seharusnya dinikmati nelayan, pembudidaya ikan, dan negara. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kehilangan benih lobster bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga menghambat pertumbuhan industri budidaya dalam negeri. Ia menekankan pentingnya menjaga sumber daya laut agar tetap menjadi aset yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.
Indonesia memiliki potensi benih lobster sekitar 465,8 juta ekor per tahun, tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat, pesisir selatan Jawa, dan Sumatera. Namun, sebagian besar di antaranya dikirim secara ilegal ke Vietnam, yang kini menjadi produsen utama lobster dunia. Faktor pendorong utama adalah selisih harga yang besar antara pasar lokal dan internasional, yang memicu praktik ekspor tanpa izin. Jika dikelola secara optimal di dalam negeri, potensi ini dapat mendorong terbentuknya rantai nilai dan peluang usaha baru.
Upaya pemberantasan ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan nilai tukar nelayan dan pembudidaya ikan, yang saat ini masih berada di angka 103, jauh dari target pemerintah sebesar 120. Dengan memperkuat tata kelola dan memastikan benih lobster tetap berada di wilayah Indonesia, pemerintah berharap dapat menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi komunitas pesisir. Satgas P2BBL diharapkan mampu menekan pelanggaran melalui pencegahan, penindakan, dan pengawasan yang terintegrasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

