Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Gunung Semeru mengalami tiga kali erupsi dalam satu hari dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak, berdampak pada sebaran abu ke arah barat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1 Kilometer📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Sabtu (17/10), dengan tiga kali erupsi tercatat dalam rentang waktu kurang dari 12 jam. Peristiwa pertama terjadi pukul 04.52 WIB, menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 700 meter di atas puncak gunung, dengan warna kelabu dan intensitas tebal yang menyebar ke barat. Data seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi aktivitas selama 125 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 06.35 WIB, menunjukkan kenaikan tinggi kolom hingga mencapai 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut. Abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan sebaran dominan ke arah barat. Aktivitas ini tercatat dengan amplitudo sebesar 25 milimeter dan berlangsung selama 90 detik, menunjukkan peningkatan energi letusan dibandingkan sesi sebelumnya.

Puncak aktivitas terjadi pada pukul 10.42 WIB, ketika kolom letusan mencapai ketinggian maksimal 1.000 meter di atas puncak, dengan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke barat. Letusan ini terdeteksi seismograf dengan amplitudo 25 milimeter dan durasi 137 detik, menunjukkan intensitas yang stabil namun tetap tinggi.

Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga, menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat. Dilarang keras beraktivitas di sektor tenggara, mulai dari Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat dilarang mendekati area 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena risiko aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Radius lima kilometer dari kawah juga dilarang karena potensi lontaran batu pijar.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap ancaman awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat terjadi di sungai dan lembah berhulu dari puncak gunung. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya