Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Houthi ke Gardu Listrik Madinah Dikonfirmasi Militer Saudi

Militer Saudi mengonfirmasi serangan Houthi terhadap gardu listrik Taibah di Madinah, menimbulkan kerusakan pada satu transformator tanpa gangguan jaringan listrik utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Serangan Houthi ke Gardu Listrik Madinah Dikonfirmasi Militer Saudi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pertahanan Kerajaan Saudi mengungkapkan bahwa serangan terhadap fasilitas listrik Taibah di Madinah pada 29 September lalu merupakan aksi teroris yang sengaja menargetkan infrastruktur kritis di dekat Masjid Nabawi. Pernyataan ini disampaikan oleh Mayor Jenderal Turki Al Malki, juru bicara militer Saudi dan koalisi yang memperjuangkan legitimasi pemerintah Yaman, setelah hasil investigasi menyeluruh dilakukan. Gardu listrik tersebut berperan penting dalam pasokan listrik bagi kompleks Masjid Nabawi, salah satu situs suci umat Islam.

Al Malki menegaskan bahwa meski satu transformator mengalami kerusakan akibat serangan, sistem distribusi listrik secara keseluruhan tetap berfungsi normal tanpa menimbulkan dampak signifikan terhadap pasokan energi. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk provokasi yang disengaja, bertujuan mengganggu ketenangan jutaan umat Muslim di seluruh dunia yang sedang beribadah di dua masjid suci. Serangan ini, menurutnya, merupakan bagian dari pola strategi milisi Houthi yang terus mengarahkan ancaman ke lokasi sakral.

Koalisi Saudi-Yaman menyatakan terus memperkuat langkah pencegahan dan respons cepat untuk menangkal serangan serupa di masa depan. Operasi militer tetap berjalan di berbagai wilayah konflik, termasuk di Provinsi Taiz, tempat pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi berhasil menewaskan beberapa anggota milisi Houthi. Beberapa serangan udara juga dilakukan di wilayah Humayr dan Maqbanah, menyebabkan kerusakan signifikan pada posisi milisi.

Sementara itu, sumber militer Houthi membantah tudingan tersebut, menyebutnya sebagai upaya menyesatkan yang tidak didukung bukti konkret. Mereka menilai klaim Saudi sebagai kebohongan yang digunakan untuk menjustifikasi kegagalan dalam membuktikan serangan ke Mekkah sebelumnya. Meski begitu, eskalasi konflik di Yaman tetap berlangsung intens, dengan kedua belah pihak saling menyerang melalui rudal dan serangan udara di berbagai front.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya