Kamis, 1 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah

Meski indeks turun 0,83%, investor asing justru menunjukkan minat beli terhadap 10 saham unggulan dengan nilai pembelian bersih mencapai miliaran rupiah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (30/9/2026), menutup sesi di level 6.071,14 setelah melemah 0,83% atau 50,56 poin. Pergerakan ini terjadi meski awal sesi sempat menunjukkan kecenderungan naik, namun tekanan jual menguat menjelang penutupan. Volume perdagangan tercatat sekitar 30,13 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,04 triliun, terjadi sebanyak 1,80 juta kali transaksi.

Di tengah kondisi pasar yang lesu, arus modal asing justru menunjukkan pola beli yang signifikan. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) senilai total Rp777,18 miliar, didorong oleh pembelian sebesar Rp536,70 miliar di pasar reguler dan Rp240,49 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Meski demikian, secara keseluruhan, arus keluar dari pasar mencapai Rp1,61 triliun, menunjukkan dominasi penjualan bersih yang cukup besar.

Namun, di tengah tekanan tersebut, terdapat sejumlah emiten yang menjadi incaran asing. Berdasarkan data dari platform analisis pasar, sepuluh saham yang mengalami pembelian bersih terbesar oleh investor asing mencakup PT United Tractors Tbk. (UNTR) dengan nilai Rp81,99 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp65,90 miliar. Sementara itu, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) juga masuk dalam daftar pembelian terbesar dengan nilai masing-masing mencapai Rp16,26 miliar, Rp13,91 miliar, dan Rp13,62 miliar.

Saham-saham lain yang menjadi pilihan asing antara lain PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ), PT Indo Acidatama Tbk. (SRSN), dan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), dengan nilai pembelian bersih masing-masing berkisar antara Rp12,81 miliar hingga Rp5,67 miliar. Kondisi ini menunjukkan adanya ketertarikan asing terhadap emiten dengan prospek fundamental kuat, meskipun pasar secara umum bergerak melemah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya