Kamis, 1 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ledakan Pipa Gas Rusak Tiga Pembangkit Listrik di Suriah

Ledakan pipa gas dekat Damaskus memicu kebakaran besar, merusak tiga pembangkit listrik dan memperparah krisis energi di Suriah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Ledakan Pipa Gas Rusak Tiga Pembangkit Listrik di Suriah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa ledakan pipa gas terjadi di dekat ibu kota Suriah, Damaskus, pada malam hari Rabu waktu setempat, mengakibatkan kebakaran hebat yang merusak infrastruktur kritis. Insiden ini terjadi di wilayah Ghouta Timur, dekat instalasi listrik Tishrin, yang merupakan pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 630 megawatt. Kebakaran akibat ledakan tersebut menyebabkan tiga pembangkit listrik tidak dapat beroperasi, menambah tekanan pada sistem energi yang sudah terdampak parah oleh konflik berkepanjangan.

Kantor berita resmi SANA melaporkan insiden ini pada Kamis (1/10/2026), menyebut bahwa ledakan terdengar jelas di sekitar lokasi dan menimbulkan kerusakan luas. Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah kejadian serupa di wilayah timur Suriah, yang diperkirakan disebabkan oleh tindakan sabotase. Sumber yang tidak disebutkan namanya menegaskan bahwa ledakan terjadi tepat di dekat instalasi pembangkit Tishrin, sehingga memicu kebakaran yang sulit dipadamkan.

Dampak dari peristiwa ini sangat signifikan terhadap pasokan listrik nasional. Penutupan sementara tiga pembangkit listrik diperkirakan akan menurunkan produksi energi dan memicu perpanjangan jam pemadaman listrik di berbagai wilayah. Kondisi ini memperparah krisis energi yang sudah berlangsung bertahun-tahun akibat perang saudara yang berlangsung dari 2011 hingga 2024. Kini, produksi gas alam Suriah hanya mencapai 8,5 juta meter kubik per hari, jauh di bawah kapasitas produksi sebelum konflik yang mencapai 30 juta meter kubik per hari.

Kebutuhan gas dalam negeri tetap tinggi, diperkirakan antara 22 hingga 25 juta meter kubik per hari, sehingga keterbatasan pasokan memperbesar risiko pemadaman berkepanjangan. Insiden ini muncul di tengah meningkatnya protes publik terhadap kenaikan harga bahan bakar, yang pihak berwenang atribusikan pada tekanan eksternal akibat konflik regional dengan Iran. Kondisi ini menunjukkan kerentanan sistem energi Suriah yang belum pulih dari kerusakan struktural akibat perang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya