Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

SI Perkuat Ekonomi Umat Lewat Koperasi dan Kemandirian

Menteri Koperasi dan Sekjen SI dorong penguatan koperasi, zakat, dan kewirausahaan untuk bebas dari pinjaman ilegal dan kemiskinan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
SI Perkuat Ekonomi Umat Lewat Koperasi dan Kemandirian📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koperasi dan Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) menegaskan komitmen penuh untuk memperkuat ekonomi umat melalui koperasi, pemberdayaan usaha, dan bantuan sosial. Dalam pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Ke-42 di Surabaya, ia menekankan pentingnya aktivasi seluruh cabang SI untuk mendorong kemandirian ekonomi dan menyelesaikan persoalan kemiskinan di masyarakat. Langkah strategis ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan ilegal dan memberikan akses layanan ekonomi yang adil.

Kongres yang berlangsung pada 18–20 Oktober 2026 mengusung tema Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati, dengan tujuan menghasilkan keputusan kebijakan yang berdampak nyata bagi kehidupan ekonomi umat. Lima pilar utama menjadi fondasi program: ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi, serta kewirausahaan. Penguatan koperasi menjadi fokus utama, termasuk pembentukan koperasi pendukung pesantren, koperasi pembiayaan syariah, serta koperasi berbasis masjid dan tempat ibadah. Tujuannya agar masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap permodalan dan layanan keuangan berbasis nilai syariah.

Pengelolaan zakat dan wakaf juga akan dimaksimalkan secara produktif, sementara ekonomi syariah ditingkatkan melalui peningkatan literasi keuangan, inklusi keuangan, dan perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha Muslim. Ferry Juliantono menilai potensi ekonomi umat Islam di Indonesia sangat besar jika didukung oleh lembaga yang kuat dan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa semangat awal SI, yang lahir dari gerakan perdagangan dan pergerakan kebangsaan, harus kembali dihidupkan sebagai fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Presiden SI, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa pemilihan Surabaya sebagai lokasi kongres memiliki makna historis. Kota ini pernah menjadi tempat pelaksanaan kongres pertama SI pada Januari 1913 dengan partisipasi sekitar 15.000 peserta. Ia menekankan bahwa koperasi bukan hanya instrumen mencari keuntungan, tetapi wujud solidaritas sosial yang harus dihidupkan kembali. Dengan penguatan koperasi sebagai alat kesejahteraan bersama, SI bertekad menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya