Singapura Perluas Pemberitahuan Pencegahan Karhutla ke 10 Perusahaan
Singapura memperluas pemberitahuan pencegahan kebakaran hutan kepada tiga perusahaan baru di Kalimantan, menjadikan total 10 perusahaan yang disasar karena diduga memicu kabut asap lintas batas.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 68x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) mengumumkan penambahan tiga perusahaan di Kalimantan sebagai penerima pemberitahuan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menambah jumlah total yang terdampak menjadi sepuluh entitas. Ketiga perusahaan tersebut, yaitu PT Buana Megatama Jaya, PT Mananjung Hayak, dan PT Baratama Putra Perkasa, diduga menjadi sumber asap yang terbawa hingga wilayah Singapura. Pemberitahuan ini mengharuskan perusahaan bersangkutan menghentikan aktivitas pembakaran, mengerahkan tim pemadaman, serta menyampaikan rencana pencegahan kebakaran secara rinci.
NEA menegaskan bahwa pemberitahuan bukan merupakan keputusan hukum final, melainkan langkah awal dalam proses penegakan kebijakan lingkungan lintas negara. Namun, jika terbukti melanggar, perusahaan bisa dikenai sanksi finansial atau tindakan hukum lebih lanjut. Sebelumnya, tujuh perusahaan dari Sumatra—termasuk PT Bumi Andalas Permai dan PT SBA Wood Industries—telah menerima pemberitahuan serupa atas keterkaitan mereka dengan kebakaran yang menyebabkan kabut asap di wilayah tetangga.
Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura, K. Shanmugam, menegaskan bahwa kabut asap lintas batas dapat dicegah sepenuhnya dan menyerukan keseriusan dari perusahaan yang terlibat. Ia memperingatkan bahwa otoritas Singapura tidak akan mengabaikan pelanggaran lingkungan, terlebih jika melibatkan entitas yang beroperasi atau terdaftar di pasar modal negara. Bursa Efek Singapura juga telah meminta informasi dari tujuh perusahaan pertanian yang terdaftar, guna menilai keterkaitan operasional dengan kebakaran di Indonesia.
Dalam respons terhadap kebijakan tersebut, mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi, menilai tindakan Singapura masih terlalu formal dan kurang tegas. Ia menyoroti empat perusahaan dari tujuh yang sebelumnya disorot, termasuk First Resources dan Bumitama Agri, yang terdaftar di Bursa Singapura dan memiliki nilai pasar gabungan mencapai S$10 miliar. Lutfi mendesak otoritas setempat untuk tidak hanya mengirim surat, tetapi melakukan penyelidikan hukum nyata, termasuk penggeledahan kantor sesuai aturan hukum yang berlaku.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

