Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singapura Siap Lengkapi Kepemilikan Saham NAYZ Lewat Tender Wajib

Perusahaan Singapura, Saiko Consultancy, akan lakukan tender wajib atas saham NAYZ dengan harga Rp75 per saham, menyerap hingga 45,84% saham berdasarkan modal disetor penuh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Singapura Siap Lengkapi Kepemilikan Saham NAYZ Lewat Tender Wajib📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd., akan melaksanakan penawaran wajib (mandatory tender offer) terhadap saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ) dengan harga Rp75 per saham. Aksi korporasi ini dilakukan melalui entitas anaknya, PT Saiko Consultancy Grand (SCG), yang telah menguasai 99,98% saham NAYZ. Dana maksimal sebesar Rp87,67 miliar disiapkan untuk menyerap hingga 1,17 miliar saham, setara 45,84% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

Penawaran tender wajib berlangsung selama 30 hari, mulai 5 Oktober hingga 3 November 2026, dengan pembayaran kepada pemegang saham yang ikut serta dijadwalkan paling lambat pada 10 November 2026. Penetapan harga Rp75 per saham didasarkan pada rata-rata harga tertinggi harian saham NAYZ selama 90 hari sebelum pengumuman pengambilalihan, yaitu Rp74,45 per saham, yang kemudian dibulatkan ke atas.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari akuisisi saham NAYZ oleh Saiko Consultancy pada 19 Agustus 2026, saat perusahaan asal Singapura itu membeli 750 juta saham atau 29,41% dari modal disetor penuh milik PT Asia Intrainvesta. Jika seluruh saham objek tender terserap, kepemilikan Saiko dan SCG di NAYZ diperkirakan mencapai 75,26% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Tujuan utama dari pengambilalihan ini adalah untuk mengembangkan bisnis NAYZ melalui penambahan modal dalam bentuk inbreng atau pengalihan saham dari entitas terkait. Perusahaan berpotensi melakukan perubahan atau penambahan kegiatan usaha, termasuk mengalihkan aset saat ini kepada Asia Intrainvesta atau pihak lain yang ditunjuk, serta menerima modal tambahan. Fokus pengembangan ke depan ditekankan pada sektor telekomunikasi dan teknologi, sesuai dengan kompetensi pengendali baru.

Hingga saat ini, Saiko menegaskan tidak memiliki rencana untuk menghapus pencatatan saham NAYZ dari Bursa Efek Indonesia, mengubah status perusahaan menjadi tertutup, melakukan likuidasi, atau mengubah kebijakan dividen. NAYZ sendiri merupakan emiten yang bergerak di bidang produk makanan bayi, khususnya MP-ASI organik yang menggunakan bahan alami seperti beras, protein, dan sayuran organik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya