Singapura Tegaskan Kebakaran Hutan Bukan Tanggung Jawab Alam
Singapura menolak pernyataan bahwa asap karhutla merupakan kontribusi alam, menekankan kebakaran disebabkan aktivitas manusia dan menuntut respons serius dari Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 55x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Singapura secara tegas menolak narasi bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merupakan bagian dari proses alam yang tak terhindarkan. Menteri Penerangan dan Pembangunan Digital sekaligus Kesehatan, Rahayu Nahzam, menyatakan bahwa pencemaran udara yang mencapai tingkat berbahaya akibat pembakaran ilegal tidak bisa diterima sebagai hal biasa. Ia menyoroti kekecewaan terhadap pernyataan yang menyebut Singapura harus menerima asap karena mendapatkan oksigen dari hutan Indonesia, menilai pernyataan tersebut tidak relevan dan tidak membangun.
Respons tersebut muncul setelah pernyataan pejabat Indonesia yang menyebut bahwa oksigen yang dikonsumsi Singapura dan Malaysia berasal dari hutan Indonesia, yang dianggap sebagai bentuk kontribusi alam. Rahayu menegaskan bahwa masalah ini justru disebabkan oleh ulah manusia yang bisa dicegah, bukan fenomena alam yang tak terelakkan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menangani isu lingkungan lintas batas, terutama di tengah kondisi kesehatan masyarakat yang terancam akibat polusi udara.
Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, turut menyampaikan keberatan terhadap pernyataan yang dianggap mengalihkan tanggung jawab dari pelaku pelanggaran. Ia menyoroti ironi bahwa masyarakat Indonesia justru menjadi korban utama dari kebakaran yang terjadi di wilayahnya sendiri, meski dampaknya dirasakan di negara tetangga. Menurutnya, pernyataan yang menyamakan kebakaran dengan fenomena alam justru melemahkan upaya penegakan aturan dan pencegahan kebakaran yang sistematis.
Singapura menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menangani akar masalah karhutla. Rahayu menegaskan bahwa pemerintah Singapura telah menawarkan bantuan dan siap mengambil langkah konkret, termasuk melalui pendekatan hukum, ekonomi, dan regulasi. Pemerintah juga telah memulai upaya pelacakan perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran, serta mengkaji kemungkinan tindakan berbasis perdagangan dan pendanaan terhadap pelaku. Tujuan utamanya adalah menghentikan kebakaran, melindungi kesehatan publik, dan mencegah pengulangan krisis asap di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

