Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singkawang Dorong Wisata Heritage Dongkrak Ekonomi Lokal

Pemerintah Kota Singkawang memperkenalkan potensi wisata heritage kepada para wali kota APEKSI melalui tur kota bersejarah untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis budaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 65x dibuka
Singkawang Dorong Wisata Heritage Dongkrak Ekonomi Lokal📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Singkawang kembali menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan kekayaan sejarah dan budaya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam rangkaian kegiatan Heritage City Tour, wali kota bersama delegasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mengunjungi berbagai lokasi ikonik yang menjadi simbol keragaman dan toleransi di kota tersebut. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan potensi wisata berbasis warisan budaya yang telah dikembangkan secara bertahap.

Para tamu diajak menyusuri kawasan Pecinan, Masjid Raya, klenteng tertua, hingga kampung toleransi yang menjadi bukti hidup keberagaman etnis dan agama di Singkawang. Setiap destinasi yang dikunjungi tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penjualan produk lokal dan layanan pariwisata. Wali Kota Singkawang menegaskan bahwa warisan budaya bukan sekadar aset historis, melainkan modal penting untuk pembangunan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, wali kota menyampaikan harapan agar pengalaman yang dirasakan para delegasi dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain dalam memanfaatkan identitas budaya sebagai daya tarik wisata. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian bangunan bersejarah serta nilai-nilai budaya lokal. Tujuannya, agar manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak mengorbankan identitas asli kota.

Melalui pendekatan yang holistik, Singkawang menunjukkan bahwa keberagaman bukan hanya menjadi kekayaan, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi berkelanjutan. Dengan menempatkan budaya sebagai jantung pengembangan pariwisata, kota ini berharap dapat menjadi contoh nyata bagi daerah lain dalam membangun kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya