Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Skrining Mata Awal Kunci Produktivitas dan Pendidikan

Kemenkes dorong skrining dini, tindak lanjut, perhatian anak, dan kolaborasi untuk jaga kesehatan mata sebagai investasi pembangunan manusia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.55 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Skrining Mata Awal Kunci Produktivitas dan Pendidikan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya empat strategi utama dalam memperkuat kesehatan mata masyarakat: skrining dini, tindak lanjut yang tepat, perhatian khusus terhadap kesehatan penglihatan anak, serta kolaborasi lintas sektor. Menurut pejabat pelaksana Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, kesehatan mata bukan sekadar aspek medis, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Dengan deteksi dini, risiko gangguan penglihatan dapat diminimalkan sejak dini, membuka peluang bagi masyarakat untuk tetap aktif secara produktif dan edukatif.

Skrining menjadi fondasi utama untuk mengidentifikasi gangguan penglihatan sebelum memburuk. Pemeriksaan tidak harus menunggu muncul keluhan, melainkan harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat sepanjang kehidupan. Hasil skrining harus diikuti dengan tindak lanjut yang komprehensif, seperti koreksi refraksi, penanganan katarak, glaukoma, atau retinopati, sesuai dengan kapasitas fasilitas kesehatan. Kualitas pelayanan primer dan sistem rujukan yang terintegrasi menjadi kunci agar pasien tidak terlambat mendapat penanganan.

Pentingnya pendekatan dini juga berlaku untuk anak-anak. Banyak anak tidak menyadari atau tidak mampu menyampaikan gangguan penglihatan, sehingga orang tua dan pendidik harus waspada terhadap tanda-tanda seperti sering menyipit, membaca dengan jarak dekat, kesulitan membaca tulisan di papan tulis, atau menurunnya prestasi belajar. Deteksi dini memungkinkan koreksi cepat, sehingga tidak menghambat perkembangan kognitif dan akademik anak.

Kolaborasi menjadi elemen krusial dalam upaya ini. Kesehatan mata bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi melibatkan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, sekolah, keluarga, dunia kerja, organisasi profesi, dan media. Dengan sinergi ini, kesadaran masyarakat meningkat, akses pelayanan terjamin, dan program promosi kesehatan lebih efektif. Kesehatan mata yang baik berdampak langsung pada produktivitas, kemandirian, dan keselamatan individu dalam aktivitas sehari-hari.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan mata. Setiap orang, terutama yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat keluarga gangguan mata, perlu rutin memeriksakan penglihatan. Dengan langkah preventif, dampak sosial dan ekonomi dari gangguan penglihatan dapat diminimalkan secara signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya