Subsidi Energi Harus Lebih Akurat, Teknologi Jadi Kunci
Pemerintah diminta perkuat akurasi penyaluran subsidi BBM dan LPG melalui integrasi data serta pemanfaatan teknologi digital untuk menjamin hak masyarakat terdampak.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah diharapkan memperkuat sistem tata kelola subsidi energi agar anggaran yang besar benar-benar sampai pada penerima yang berhak. Dengan anggaran yang melibatkan puluhan triliun rupiah, efisiensi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kebijakan tidak mengalir ke pihak yang tidak layak. Penguatan ini harus dilakukan melalui pemadanan data nasional, kolaborasi antarlembaga, serta pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menekankan bahwa subsidi BBM dan LPG memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli rakyat, namun keberlanjutan program tergantung pada tata kelola yang transparan dan akurat. Ia memperingatkan bahwa jika penyaluran tidak tepat sasaran, uang negara akan terbuang sia-sia dan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah akan menurun.
Dalam forum diskusi di Jakarta, Misbakhun menyampaikan pentingnya desain kebijakan yang tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga tidak menciptakan distorsi ekonomi. Ia mencontohkan bahwa sistem subsidi yang tidak terkelola baik bisa menjadi disinsentif bagi masyarakat maupun pelaku usaha, karena mengurangi insentif untuk menghemat energi atau beralih ke alternatif yang lebih efisien.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai sebagai solusi utama untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Sistem yang mengintegrasikan data kendaraan, identitas pemilik, kapasitas mesin, serta penggunaan aplikasi digital dapat meminimalkan intervensi manual yang rentan terhadap kecurangan. Dengan demikian, penyaluran subsidi tidak hanya lebih transparan, tetapi juga memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imipas Periksa 52 Warga Binaan dan 54 Pegawai Terkait Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Tim Imipas menyelidiki dugaan fasilitas mewah di Lapas Cibinong dengan memeriksa 52 narapidana dan 54 pegawai, sambil mempertanyakan hilangnya barang yang sebelumnya dilaporkan oleh Ombudsman.
27 September 2026

Milliken Perkenalkan Solusi MAXCELL® di Forum Pusat Data Asia 2026
Milliken memperkenalkan teknologi MAXCELL® untuk manajemen kabel di Data Centre World Asia 2026, mendukung pengembangan infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara.
27 September 2026

Indonesia Hadirkan Gizi Klinis dan Teknologi di Kongres Dunia Rusia
Ketum Pergizi Pangan Indonesia akan hadir dalam kongres gizi klinis global di Rusia, membahas integrasi gizi dengan teknologi medis untuk atasi penyakit tidak menular.
26 September 2026

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Mengisi ponsel semalaman tetap aman secara teknis, tetapi dapat mempercepat kerusakan baterai jika dilakukan tanpa pengaturan yang tepat.
26 September 2026
Berita Lainnya

PRI Buton Selatan Dibawah Arfandi Siap Rebut Kursi Pemilu 2029
Minggu, 27 September 2026, 12.54 WITA

Suami Dicopot, Istri Pilih Jualan Nasi Bungkus untuk Bantu Mahasiswa
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

74 Juta Warga Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening Bank
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

Bayan Hentikan Force Majeure Usai RKAB 2026 Disetujui ESDM
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun
Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA

Ed Sheeran Kehilangan Lebih dari 439 Ribu Pengikut Imbas Kontroversi Macklemore
Minggu, 27 September 2026, 12.21 WITA

Pestapora 2026 Tutup dengan Kolaborasi Spektakuler
Minggu, 27 September 2026, 12.16 WITA

300 Anak Prasejahtera Menyaksikan Laga FIFA ASEAN Cup di Bandung
Minggu, 27 September 2026, 12.13 WITA

