Imipas Periksa 52 Warga Binaan dan 54 Pegawai Terkait Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Tim Imipas menyelidiki dugaan fasilitas mewah di Lapas Cibinong dengan memeriksa 52 narapidana dan 54 pegawai, sambil mempertanyakan hilangnya barang yang sebelumnya dilaporkan oleh Ombudsman.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tim Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 52 warga binaan di Lapas Kelas IIA Cibinong dalam upaya mengungkap keberadaan fasilitas mewah yang dugaan melanggar peraturan. Pemeriksaan ini dilakukan sejak Jumat (25/9) dan terus berlanjut hingga Sabtu (26/9), dengan fokus pada keterangan narapidana terkait fasilitas yang diduga berlebihan dan tidak sesuai standar.
Selain narapidana, pihak Imipas juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sekitar 54 pegawai yang bertugas di lapas tersebut. Menurut Inspektur Jenderal Imipas Rudi Setiawan, proses pemeriksaan terhadap staf sedang berjalan untuk memastikan adanya keterlibatan atau kelalaian dalam pengelolaan fasilitas. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari respons terhadap temuan Ombudsman yang sebelumnya melaporkan adanya peralatan mewah seperti televisi dan kulkas di dalam blok tahanan.
Rudi menyoroti perbedaan kondisi fasilitas saat kunjungan Menteri Imipas Agus Andrianto dan Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto dibandingkan dengan hasil sidak Ombudsman. Ia menyatakan bahwa beberapa barang yang sebelumnya tercatat kini tidak ditemukan, sehingga perlu ditelusuri siapa yang memindahkan dan alasan di balik pemindahan tersebut. "Kami akan menggali lebih dalam, siapa yang bertanggung jawab dan mengapa perubahan kondisi ini terjadi," tegasnya.
Sebagai langkah tegas, lima pejabat lapas telah dicopot dari jabatannya, termasuk Kalapas, KPLP, Kasi Binadik, Kasi Keamanan dan Keteriban, serta Kepala Urusan Umum. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan. Semua pejabat yang dinonaktifkan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui peran mereka dalam peristiwa yang terjadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Subsidi Energi Harus Lebih Akurat, Teknologi Jadi Kunci
Pemerintah diminta perkuat akurasi penyaluran subsidi BBM dan LPG melalui integrasi data serta pemanfaatan teknologi digital untuk menjamin hak masyarakat terdampak.
27 September 2026

Milliken Perkenalkan Solusi MAXCELL® di Forum Pusat Data Asia 2026
Milliken memperkenalkan teknologi MAXCELL® untuk manajemen kabel di Data Centre World Asia 2026, mendukung pengembangan infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara.
27 September 2026

Indonesia Hadirkan Gizi Klinis dan Teknologi di Kongres Dunia Rusia
Ketum Pergizi Pangan Indonesia akan hadir dalam kongres gizi klinis global di Rusia, membahas integrasi gizi dengan teknologi medis untuk atasi penyakit tidak menular.
26 September 2026

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Mengisi ponsel semalaman tetap aman secara teknis, tetapi dapat mempercepat kerusakan baterai jika dilakukan tanpa pengaturan yang tepat.
26 September 2026
Berita Lainnya

PRI Buton Selatan Dibawah Arfandi Siap Rebut Kursi Pemilu 2029
Minggu, 27 September 2026, 12.54 WITA

Suami Dicopot, Istri Pilih Jualan Nasi Bungkus untuk Bantu Mahasiswa
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

74 Juta Warga Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening Bank
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

Bayan Hentikan Force Majeure Usai RKAB 2026 Disetujui ESDM
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun
Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA

Ed Sheeran Kehilangan Lebih dari 439 Ribu Pengikut Imbas Kontroversi Macklemore
Minggu, 27 September 2026, 12.21 WITA

Pestapora 2026 Tutup dengan Kolaborasi Spektakuler
Minggu, 27 September 2026, 12.16 WITA

300 Anak Prasejahtera Menyaksikan Laga FIFA ASEAN Cup di Bandung
Minggu, 27 September 2026, 12.13 WITA

