Suku Bunga Global Tinggi, OJK Waspadai Dampak ke Pasar RI
OJK memperingatkan risiko ketidakstabilan pasar keuangan domestik akibat tren suku bunga global yang bertahan tinggi hingga 2027.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi pasar keuangan global kini berada dalam tekanan berkelanjutan akibat imbal hasil obligasi pemerintah negara maju yang mencapai level tertinggi sejak sebelum krisis keuangan global 2008. Angka ini mencerminkan tekanan pembiayaan tinggi yang dialami berbagai negara, termasuk AS dan Eropa, yang memperpanjang kebijakan moneter ketat.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers daring hasil Rapat Dewan Komisioner, menyampaikan bahwa tren suku bunga tinggi diperkirakan akan berlanjut hingga 2027. Kebijakan moneter yang masih ketat di AS, Eropa, dan Jepang menjadi pemicu utama, sementara pasar mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Faktor pendorong lain meliputi penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan teknologi raksasa, terutama dalam pendanaan pengembangan kecerdasan buatan. Permintaan likuiditas yang tinggi dari sektor ini turut mendorong kenaikan yield global, yang berdampak pada arus modal lintas negara.
Meski pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, momentum tersebut masih terancam oleh inflasi yang melonjak akibat eskalasi konflik geopolitik dan fenomena El Nino yang sangat kuat. Kenaikan harga pangan dan komoditas pertanian menjadi ancaman tersendiri bagi stabilitas ekonomi global.
Namun, OJK menegaskan sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga stabilitasnya. Dengan kebijakan moneter yang terkendali dan struktur pasar yang relatif kuat, Indonesia dinilai mampu menyerap tekanan dari lingkungan eksternal, meski tantangan global tetap menjadi perhatian utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lima PO Bus Paling Banyak Melanggar, Ini Jenis Pelanggarannya
Lima perusahaan otobus tercatat melakukan pelanggaran terbanyak dalam pengawasan di terminal penumpang tipe A selama periode Januari hingga Oktober 2026, didominasi pelanggaran penyimpangan trayek dan dokumen kedaluwarsa.
5 Oktober 2026

China Tutup 670 Bank, Fokus Perkuat Sistem Keuangan
Pemerintah China menutup lebih dari 670 bank pada 2025, sebagian besar di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya konsolidasi sistem perbankan demi stabilitas dan pengawasan yang lebih ketat.
5 Oktober 2026

Harga BBM Subsidi Tetap, Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Pemerintah menegaskan harga BBM bersubsidi tak akan naik untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, sambil memastikan stok mencapai 18–20 hari.
5 Oktober 2026

Menkeu Lantik 17 Pejabat Baru, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Menteri Keuangan melantik 17 pejabat di lingkungan Kemenkeu, termasuk 13 dari DJP, satu dari DJBC, dan tiga dari KSSK, dengan fokus pada penyelesaian target APBN 2026 dan persiapan APBN 2027.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Mobil Hybrid di Indonesia Per Oktober 2026 Terkini
Senin, 5 Oktober 2026, 15.37 WITA

Aturan Kuota Sisa Diperdebatkan, ATSI Minta Jelas ke Kementerian
Senin, 5 Oktober 2026, 15.34 WITA

AI Picu Kekacauan Pemilu di Asia Tenggara, Peringatan dari Pakar
Senin, 5 Oktober 2026, 15.30 WITA

Prabowo Pimpin Upacara HUT TNI ke-81 di Cilangkap
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

26 Negara Bagian Gugat Trump Soal Penurunan Standar Kendaraan
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

KKP Amankan Kapal Ikan Diduga Terkait Penganiayaan Awak Kapal
Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA

Kapal Ikan KM Maulana 23 Diamankan KKP Usai Video Kekerasan Viral
Senin, 5 Oktober 2026, 15.28 WITA

Suahasil Lantik 17 Pejabat, Tekankan Tuntaskan APBN 2026
Senin, 5 Oktober 2026, 15.27 WITA

